Kompas.com - 06/05/2019, 16:30 WIB

KOMPAS.com - Saat berpuasa, tubuh kita mengalami beberapa perubahan, termasuk dalam hal kerja enzim. Enzim yang biasanya dihasilkan sistem pencernaan akan perlahan-lahan berkurang jumlahnya bergantung pada berapa lama kita berpuasa.

Lapisan yang melindungi perut juga akan berkurang seiring dengan lamanya waktu berpuasa. Sehingga, jika Anda mengonsumsi makanan yang cenderung bersifat mengiritasi perut, Anda lebih mungkin mengalami masalah pencernaan.

Maka dari itu saat berbuka, makanan yang dimakan pertama kali sangatlah penting. Anda disarankan untuk memilih makanan berbuka yang gampang dicerna, dan salah satu contohnya adalah buah.

Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia hanya tahu kurma saja sebagai buah yang lazim dikonsumsi untuk berbuka puasa. Padahal selain kurma, ada banyak buah lain yang tak kalah kaya manfaatnya. Buah apa saja?

Baca juga: Menu Buka Puasa Mana yang Lebih Baik: Teh Manis atau Kurma?

1. Semangka

Buah yang satu ini terkenal dengan kandungan airnya yang banyak. Namun, semangka juga kaya akan antioksidan, vitamin, dan mineral.

Karena kandungan airnya, buah ini cocok untuk digunakan sebagai makanan pembuka saat berbuka puasa. Apalagi, saat puasa tubuh kita cenderung mengalami dehidrasi karena asupan air yang berkurang selama beraktivitas.

Semangka memiliki kandungan air dan elektrolit sebanyak 92 persen sehingga dapat membantu tubuh mendapatkan kembali cairan dan elektrolit yang hilang selama berpuasa. Semangka juga termasuk jenis buah yang mudah dicerna.

Selain sebagai sumber air dan elektrolit, semangka juga dapat membantu mencegah beberapa penyakit. Warna merah pada semangka menunjukkan bahwa semangka mengandung banyak likopen, suatu senyawa yang dapat berperan dalam mencegah penyakit jantung dan kanker prostat.

Kandungan kolin yang terdapat dalam semangka dapat membantu mencegah inflamasi yang dapat terjadi di dalam tubuh dengan cara menjaga struktur membran sel Anda. Dan jangan lupa kandungan antioksidan, vitamin A, serta vitamin C pada semangka yang dapat membantu regenerasi sel pada kulit dan menyehatkan rambut.

2. Apel

Apel merupakan salah satu buah yang dikenal memiliki banyak manfaat. Saat berbuka puasa, sebuah apel dapat membantu sistem pencernaan Anda perlahan-lahan menyiapkan organ-organnya untuk menerima makanan yang lebih kompleks.

Meski kandungan air pada apel tidak sebanyak semangka, tetapi apel memiliki kandungan serat yang cukup tinggi yang juga berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh selama puasa.

Baca juga: Benarkah Jus Buah Selalu Menyehatkan?

Saat Anda berpuasa, kecenderungan untuk makan berlebih menjadi lebih tinggi, apalagi saat berbuka puasa. Anda sudah tidak makan selama hampir 12 jam, maka Anda merasa tidak apa-apa jika makan banyak saat berbuka.

Hal ini tentu tidak baik karena dapat meningkatkan risiko kegemukan. Dengan mengonsumsi apel sebelum makan besar, Anda dapat mengurangi keinginan Anda untuk makan berlebihan saat berbuka.

Selain membantu kerja sistem pencernaan tubuh, serat dalam apel dapat memberi Anda efek kenyang, sehingga mencegah Anda untuk mengambil makanan lebih banyak daripada yang Anda butuhkan.

Manfaat apel bagi kesehatan pun tidak dapat diragukan lagi. Mulai dari mengurangi risiko diabetes, menurunkan kadar kolesterol dalam darah, menjaga kesehatan jantung, mencegah katarak, hingga melindungi tubuh dari efek buruk radikal bebas yang dapat menyebabkan kanker.

3. Anggur

Buah kecil ini bisa menjadi alternatif Anda untuk berbuka puasa. Rasanya yang segar dan manis bisa membantu menggantikan cairan dan gula yang hilang selama berpuasa.

Anggur juga termasuk jenis buah yang gampang dicerna karena tinggi air dan mengandung serat, sehingga baik untuk dimakan sebelum Anda mulai makan utama saat berbuka puasa. Ini mempersiapkan sistem pencernaan Anda sebelum memproses jenis makanan yang lebih kompleks.

Selain itu anggur juga memiliki banyak manfaat kesehatan lain. Dengan kandungan air dan seratnya, anggur dapat membantu mengatasi sembelit.

Potasium dalam anggur berperan dalam mencegah bertambah parahnya tekanan darah tinggi. Studi kohort yang dilakukan pada tahun 2013 menyatakan bahwa konsumsi anggur dapat mengurangi risiko terjadinya diabetes tipe 2 pada orang dewasa.

Anggur juga dapat membantu mengurangi tingkat keparahan alergi seperti hidung berair, mata merah, dan bersin-bersin. Antoksidan dalam anggur yang dikenal sebagai polifenol juga dapat mengurangi bahkan mencegah risiko terjadinya kanker paru-paru, kanker pankreas, kanker prostat, dan kanker usus besar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Astronom Cari Meteorit Antarbintang Menggunakan Magnet Besar, Untuk Apa?

Fenomena
BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

BMKG Deteksi Siklon Tropis Mulan, Berpotensi Sebabkan Cuaca Ekstrem di Wilayah Berikut

Fenomena
Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Badai Matahari Dilaporkan Hantam Medan Magnet Bumi, Apa Dampaknya?

Fenomena
Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Memperkuat Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Nasional, Ini Komitmen BMKG

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

[POPULER SAINS] Perseverance Mars NASA Bidik Puing Pendaratannya | Puncak Hujan Meteor Perseid | Video Viral Anak SD Rambutnya Dipotong Guru

Oh Begitu
Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Penyakit Cacar Monyet Bisa Sembuh Sendiri, Ini Pengobatan hingga Pencegahan Penularannya

Kita
Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Berwarna Biru? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Benarkah Cacar Monyet Termasuk Penyakit Infeksi Menular Seksual? Dokter Jelaskan

Kita
Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Jumlah Perokok Anak Masih Banyak, Kemenkes Desak Revisi PP Tembakau

Kita
Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Kenapa Kucing Selalu Tidur dan Tampak Malas? Ini Penyebabnya

Oh Begitu
Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Kemenkes Pastikan Subvarian Omicron BA.4.6 Belum Ada di Indonesia

Oh Begitu
Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Waspada Gelombang Sangat Tinggi 6 Meter di Selatan Jawa pada 10-11 Agustus

Fenomena
Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Puncak Hujan Meteor Perseid Terjadi 13 Agustus, Catat Waktu untuk Menyaksikannya

Fenomena
Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Gunung Ibu Alami Erupsi, Ini Rekomendasinya

Oh Begitu
China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

China Deteksi Virus Zoonosis Langya pada 35 Orang, Apa Gejalanya?

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.