Kompas.com - 30/04/2019, 18:02 WIB
ilustrasi langit berawan ilustrasi langit berawan

Gerakan vertikal ini terjadi karena udara mendapatkan panas. Hal ini mampu menahan gaya gravitasi Bumi hingga awan tidak jatuh.

Bahkan, dari sudut pandang di Bumi, kita melihat awan tampak melayang-layang di langit.

Namun, jika sudah tidak panas lagi, seperti malah hari atau sinar mentari hanya sedikit, tetesan air di awan akan mengembun dan membentuk kabut. Ini mengapa kita biasanya tidak melihat awan pada malam hari atau di area pegunungan.

Biasanya ketika udara mendingin, awan berubah menjadi kabut, embun, dan juga hujan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.