Muncul Asap Saat Kapsul Crew Dragon Diuji, Penyebabnya Belum Diketahui

Kompas.com - 23/04/2019, 16:06 WIB
Kapsul Crew Dragon Demo-1 terlihat hangus ketika kembali ke pantai di kapal pemulihan SpaceX setelah mengakhiri misinya ke ISS dengan pendaratan di Samudera Atlantik pada 8 Maret 2019. Ini sebelum meledak selama pengujian mesin pada 20 April 2019. Kapsul Crew Dragon Demo-1 terlihat hangus ketika kembali ke pantai di kapal pemulihan SpaceX setelah mengakhiri misinya ke ISS dengan pendaratan di Samudera Atlantik pada 8 Maret 2019. Ini sebelum meledak selama pengujian mesin pada 20 April 2019.

KOMPAS.com - Gumpalan asap muncul ketika mesin kapsul Crew Dragon milik SpaceX diuji coba di Cape Canaveral, Florida pada Sabtu (20/4/2019).

Hingga saat ini belum jelas diketahui penyebabnya, spekulasi yang beredar itu adalah ledakan.
Namun, baik NASA maupun SpaceX tidak mau terburu-buru mengambil kesimpulan, mereka akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Tes awal selesai dengan sukses namun pada tes akhir kemarin terdapat masalah. Kami akan memastikan bahwa sistem kami memenuhi standar keselamatan. Untuk itu kami menguji Crew Dragon supaya masalah dapat terdeteksi dan segera ditangani," kata juru bicara SpaceX dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Minggu (21/4/2019).

Untuk diketahui, kapsul Crew Dragon rencananya akan dipakai untuk membawa astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tahun ini.

Baca juga: Ukir Sejarah, Crew Dragon Jadi Taksi Astronot Pertama ke ISS

Berkaitan dengan hal ini, administrator NASA Jim Bridenstine sudah mengkonfirmasi insiden tersebut melalui cuitan di Twitter.

Bridenstine mengatakan pihaknya telah mengetahui bahwa terjadi masalah dalam uji coba Crew Dragon. Meski begitu, hal ini tidak akan berpengaruh pada misi komersial yang sudah direncanakan NASA dengan SpaceX.

"Ini sebabnya kami melakukan uji coba. Kami akan mempelajari masalah ini supaya perjalanan nanti berjalan aman," twitnya.

Pada Maret lalu Crew Dragon telah melakukan uji terbang tanpa awak dan sukses menuju ISS kemudian kembali ke Bumi.

Bagi NASA, keberhasilan itu menjadi awal bersejarah karena meningkatkan harapan bahwa penerbangan berawak pertama Crew Dragon sangat mungkin dilakukan pada Juli 2019, menurut Space.com. Namun setelah terjadi insiden Sabtu lalu, ada kemungkinan peluncuran diundur.

Kapsul Crew Dragon dilengkapi dengan delapan mesin roket bernama SuperDraco yang dapat menyediakan sistem cadangan darurat, misalnya jika kendaraan peluncuran mengalami masalah SuperDraco dapat melepaskan dan mengembalikan kapsul astronot kembali ke Bumi dengan aman.

Baca juga: SpaceX Ungkap Penumpang Pertama Kapsul Crew Dragon Ke ISS

NASA mengandalkan kapsul SpaceX, serta Boeing Starliner, untuk mengangkut para astronot ke dan dari ISS, sebuah tugas yang ditangani sejak 2011 oleh Rusia.

SpaceX didirikan pada 2002 oleh Elon Musk untuk membantu mengurangi biaya transportasi ruang angkasa — dan dengan tujuan akhir membantu menjajah Mars.



Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X