Ukir Sejarah, Crew Dragon Jadi "Taksi" Astronot Pertama ke ISS

Kompas.com - 04/03/2019, 17:35 WIB
The Internationa Space Station atau Stasiun Luar Angkasa 23 Mei 2010 yang lalu wikipediaThe Internationa Space Station atau Stasiun Luar Angkasa 23 Mei 2010 yang lalu

KOMPAS.com - Kapsul luar angkasa milik SpaceX, Crew Dragon, mengukir sejarah dalam perjalanan antariksa. Crew Dragon menjadi "taksi" astronot pertama yang melesat dan berlabuh ke Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS).

Crew Dragon berhasil merapat ke ISS kemarin, 3 Maret 2019 pukul 17.51 WIB atau pukul 05.51 EST. Kapsul tersebut berhasil berlabuh setelah melalui 27 jam perjalanan setelah diluncurkan ke orbit dari Kennedy Space Center (KSC) milik Badan Antariksa AS (NASA).

"Selamat kepada semua tim yang berhasil melakukan perlabuhan," ujar astronot NASA Anne McClain saat menghubungi pusat kendali Bumi dikutip dari Space, Minggu (03/03/2019).

Seketika itu pula, tepuk tangan merebak di pusat kendali SpaceX di Hawthorne, California.

Baca juga: SpaceX Ungkap Penumpang Pertama Kapsul Crew Dragon Ke ISS

Sekitar pukul 08.07 pagi EST atau 20.07 WIB, McClain dan kru ISS lain membuka pintu Crew Dragon untuk pertama kalinya. Para astronot disambut oleh Ripley, manekin uji coba, dan Earth, mainan angkasa.

"Semuanya tampak hebat," kata McClain.

"Ripley dan Earth sama-sama tampak seperti menikmati perjalanan mereka di sini," imbuhnya.

Crew Dragin akan menghabiskan selama lima hari di ISS sebelum akhirnya mesuk kembali ke atmosfer Bumi pada Jumat (08/03/2019).

Kapsul itu merupakan pesawat antariksa komersial pertama yang langsung mendarat di ISS. Sebelumnya, versi kargo Crew Dragon, kapal antariksa Dragon selalu mengangkut kebutuhan para astronot ke ISS tanpa pendaratan langsung.

Pesawat kargo Dragon harus ditangkap menggunakan lengan robot yang dikendalikan oleh astronot baru bisa melekat di ISS.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber SPACE.COM
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Ingatkan 3T dan Memakai Masker Tetap Prioritas

Oh Begitu
Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Setelah Majene dan Sulawesi Utara, Gempa Guncang Laut Lampung

Fenomena
Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Rekor Suhu Terpanas Bumi Tahun 2020 Lampaui 2016, Begini Analisis NASA

Fenomena
Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Vaksinasi Mandiri, Epidemiolog Tegaskan Vaksin Barang Negara untuk Rakyat

Oh Begitu
Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Bukan Hanya Anda, Badak Pun Sulit Menemukan Jodoh di Masa Pandemi Covid-19

Fenomena
Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Gempa Majene Miskin Gempa Susulan, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Ilmuwan Afrika Selatan Temukan Senyawa Kimia Pembunuh Parasit Malaria

Oh Begitu
Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Kematian Covid-19 Tembus 2 Juta, Varian Baru Virus Corona bisa Perburuk Pandemi

Fenomena
Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Gempa Majene Kembali Terjadi, BMKG Ungkap Sudah 32 Kali Susulan

Oh Begitu
Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Hari Ini M 5,2 Guncang Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Fenomena
BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

BMKG Ungkap Sejarah Gempa di Sulbar, Gempa Majene Sebelumnya Pernah Terjadi

Fenomena
Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Spesies Baru Kelelawar Ditemukan di Afrika, Warna Bulunya Oranye

Fenomena
WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

WHO: Tahun Kedua Pandemi Covid-19 Bisa Lebih Buruk, Ini Sebabnya

Kita
Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Bahaya Polusi Cahaya pada Kesehatan Manusia dan Lingkungan

Oh Begitu
BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

BMKG: Waspada Banjir dan Potensi Multi Bahaya Sepekan ke Depan, Ini Wilayahnya

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X