Biota Laut Indonesia Bernilai Rp 1.772 Triliun, Satu Lagi Alasan untuk Menjaganya

Kompas.com - 22/04/2019, 18:47 WIB
Pemaparan materi terkait nilai ekonomis biodiversitas laut Indonesia oleh peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dr. Puji Rahmadi di jakarta, Senin (22/4/2019). Pemaparan materi terkait nilai ekonomis biodiversitas laut Indonesia oleh peneliti Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, Dr. Puji Rahmadi di jakarta, Senin (22/4/2019).

KOMPAS.com – Keanekaragaman hayati laut Indonesia bukan hanya berharga secara lingkungan tetapi juga ekonimi. Studi yang dilakukan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia ( LIPI) mengungkap bahwa jika dirupiahkan, nilai biota laut triliunan rupiah.

“Perkiraan kasar nilai biodiversitas biota laut Indonesia adalah 1,772 triliun rupiah," ujar Dr. Puji Rahmadi, peneliti dari Pusat Penelitian Oseanografi LIPI, dalam diskusi bertajuk “Riset Untuk Optimalisasi Potensi Hayati & Ekonomi Laut Indonesia” di Jakarta, Senin (22/4/2019).

Angka ini hampir setara dengan APBN Indonesia untuk tahun 2017.

Nilai ini diperoleh menggunakan metode emergi, yaitu dengan mengukur kuantitas keseluruhan jasa ekosistem yang disediakan oleh suatu biota, mencakup keseluruhan biota laut, yang terdiri dari ikan sekitar 12,5 juta ton, terumbu karang, lamun, dan mangrove.

Nilai tersebut hanya mencakup nilai jasa ekologis saja, belum memperhitungkan dari segi pariwisata dan budidaya, sehingga nilai ekonomisnya bisa jauh lebih besar.

“Sekitar 45-50 persen dari biodiversitas ini sudah dimanfaatkan, namun itu pun tidak merata. Misalnya di perikanan, ada beberapa yang telah dieksploitasi skala besar,” lanjut Puji.

“Kita harus memperhitungkan berapa besar pemanfaatannya agar bisa tetap lestari," tambahnya.

Baca juga: Studi Baru, Peningkatan CO2 Ancam Masa Depan Terumbu Karang

Puji menjelaskan bahwa nilai ini berguna sebagai estimasi potensi jasa ekologis yang dihasilkan oleh seluruh biota laut di Indonesia, termasuk penyerapan karbon, pangan, serta material lain yang dapat dimanfaatkan.

Diharapkan, dengan estimasi ini, pemerintah selaku pembuat kebijakan serta masyarakat umum dapat menyadari pentingnya konservasi biota laut.

Saat ini, LIPI sedang memfokuskan penentuan nilai ekologi dan ekonomi dari terumbu karang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X