Studi Baru, Peningkatan CO2 Ancam Masa Depan Terumbu Karang

Kompas.com - 16/03/2018, 19:08 WIB
Beragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong. Dok. Rully NasutionBeragam jenis terumbu karang tumbuh dengan subur di Teluk Tomini, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Hal ini disebabkan oleh kondisi perairannya yang kondusif, seperti arus yang tenang dan cahaya matahari yang cukup. Airnya sangat tenang karena bersada di teluk yang luas, sehingga aman bagi para penyelam. Teluk ini menjadi salah satu destinasi selam yang disebut-sebut akan menjadi komoditas unggul milik Kabupaten Parigi Moutong.

KOMPAS.com - Terumbu karang berperan penting dalam menjaga keragaman biota laut. Namun, polusi membuat terumbu karang di laut kita terancam punah di masa depan.

Karbondioksida (CO2) yang larut dalam air laut memicu peningkatan kadar asam. Kondisi ini  menghambat pembentukan senyawa kalsium karbonat yang berfungsi membentuk kerangka terumbu karang.

Dr Claudia Benitez-Nelson di Universitas South Carolina menjelaskan, penelitian dampak pengasaman air laut masih jarang dilakukan peneliti.

" Penelitian di lapangan tentang dampak pengasaman laut terhadap ekosistem terumbu karang, masih sedikit. Ekosistem terumbu karang itu unik dan kompleks, sangat sulit untuk menirunya atau tidak mungkin," katanya.

Baca Juga: Terumbu Karang Terus Memutih, Apa Dampaknya Bagi Manusia?

Penelitian dilakukan 30 hari di lepas pantai pulau One Tree di Queensland, Australia, pada tahun 2016.

Aliran air di pulau tersebut sangat unik karena bergerak satu arah melalui terumbu karang selama satu jam setelah terjadi gelombang laut dangkal.

Kondisi ini memungkinkan peneliti untuk melakukan pengamatan air jenuh CO2 dan dampaknya terhadap ekosistem terumbu karang.

Peneliti mengungkapkan, saat proses pengapuran kerangka karang, jumlah kalsium karbonat yang mampu disedot oleh karang turun sepertiga.

Penurunan tersebut memang tidak secara langsung mematikan terumbu karang, tetapi menganggu pertumbuhan, kemampuan reproduksi, dan proses memperbaiki diri terumbu karang.

Melalui penelitian ini, tim peneliti mereplikasi tingkat keasaman di lautan yang akan terjadi pada pertengahan abad ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber BBC
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X