Kompas.com - 19/04/2019, 17:35 WIB
Lukisan Penyaliban karya seniman Belgia, Pieter Brueghel the Younger. BBC/GettyLukisan Penyaliban karya seniman Belgia, Pieter Brueghel the Younger.

KOMPAS.com - Penyaliban adalah salah satu bentuk hukuman dan eksekusi yang paling kejam di dunia. Berdasarkan artikel kompas.com berjudul Jadi Eksekusi Paling Brutal di Dunia, Bagaimana Riwayat Penyaliban, prosedur penyaliban sangat brutal dan sadis.

Tak heran jika banyak orang yang dieksekusi dengan metode ini dipastikan meninggal dunia. Meski begitu, salah satu yang menjadi pertanyaan selama ini adalah bagaimana proses penyaliban bisa membuat nyawa seseorang melayang.

Jawabannya adalah korban meninggal akibat patologi multifaktorial atau faktornya sangat banyak. Salah satunya pada prosedur sebelum penyaliban.

Seperti yang telah diungkapkan sebelumnya, sebelum penyaliban, korban dicambuk dan dilukai. Hal ini menyebabkan korban mengalami trauma mendalam.

Baca juga: Lapisan Tersembunyi di Makam Yesus Kini Terungkap

Selain syok psikologis dan nyeri hebat, darah dan cairan yang mengalir dari luka bisa menyebabkan syok hipovolemik. Hipovolemia sendiri adalah kondisi penurunan volume darah akibat kehilangan darah maupun cairan tubuh.

Hipovolemia akan menyebabkan penurunan tekanan darah kemudian terjadi kerusakan jaringan dan kegagalan organ hingga berakibat fatal.

Korban yang menerima cambukan juga bisa mengalami serangan jantung vasovagal refleks. Itu adalah ketika terjadi malfungsi sistem saraf yang megatur denyut jantung dan tekanan darah.

Akibatnya, detak jantung akan melambat dan pembuluh kaki melebar. Ini memungkinkan darah mengumpul di kaki dan menurunkan tekanan darah.

Kondisi yang memicu keadaan tersebut dalam penyaliban adalah rasa sakit akut dari pencambukan di bagian leher, dada, perut, atau pangkal paha.

Sebab lain kematian akibat penyaliban adalah dehidrasi. Kebanyakan korban penyaliban tidak cukup makan dan minum sebelum eksekusi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Konten TikTok Pembukaan Persalinan Dinilai Pelecehan, IDI Diminta Beri Sanksi Tegas

Oh Begitu
Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Perangi Pemanasan Global, Ilmuwan Ciptakan Cat Paling Putih di Dunia

Oh Begitu
BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

BMKG: Siklon Tropis Surigae Tak Memengaruhi Cuaca Jabodetabek

Fenomena
5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

5 Menu Sahur yang Menjaga Tubuh Tetap Berenergi Selama Puasa

Oh Begitu
Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Tanpa Disadari, Partikel Plastik Ada di Udara yang Kita Hirup

Oh Begitu
Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Okultasi Mars di Malam Ramadhan, Catat Waktunya di Wilayah Indonesia

Fenomena
Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Daftar Wilayah Indonesia yang Bisa Saksikan Okultasi Mars oleh Bulan Hari Ini

Fenomena
Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Sembelit Selama Puasa, Kenali Tipe, Gejala Sembelit hingga Penyebabnya

Kita
Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Daftar Wilayah Waspada Banjir di Indonesia, dari Kalimantan hingga Papua

Fenomena
11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

11 Fenomena Hiasi Langit Indonesia Selama Bulan Ramadhan, Catat Jadwalnya

Fenomena
Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Kekerasan Perawat di Palembang, Ini Sikap Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Oh Begitu
Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Puasa Pasien Pasca-Covid, Ahli Ingatkan Pentingnya Konsumsi Air hingga Kekebalan

Oh Begitu
Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Vaksin Johnson & Johnson akan Ditinjau CDC, Setelah Laporan Pembekuan Darah

Oh Begitu
Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Monkeydactyl, Dinosaurus Terbang dari China yang Bisa Panjat Pohon

Fenomena
Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Jangan Lewatkan Makan Sahur Sebelum Puasa, Ini Alasannya

Kita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X