Gempa Besar Sulteng, Bagaimana Sejarah Mencatat Tektonik dan Tsunami?

Kompas.com - 13/04/2019, 12:44 WIB
Warga pergi menuju ke daerah yang lebih tinggi menyusul kekhawatiran adanya tsunami setelah gempa dahsyat mengguncang Banggai, di bagian timur Sulawesi Tengah, Jumat (12/4/2019). Berdasarkan data BMKG, gempa bermagnitudo 6,9 terjadi di Banggai Kepulauan dan berpotensi tsunami, getaran juga dirasakan di Morowali, Banggai dan Palu, hingga Kolaka Utara. AFP PHOTO/OLA GONDRONKWarga pergi menuju ke daerah yang lebih tinggi menyusul kekhawatiran adanya tsunami setelah gempa dahsyat mengguncang Banggai, di bagian timur Sulawesi Tengah, Jumat (12/4/2019). Berdasarkan data BMKG, gempa bermagnitudo 6,9 terjadi di Banggai Kepulauan dan berpotensi tsunami, getaran juga dirasakan di Morowali, Banggai dan Palu, hingga Kolaka Utara.


KOMPAS.com - Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa yang semalam mengguncang kabupaten Morowali, Morowali Utara dan Kepulauan Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah dipicu oleh sesar aktif.

Berdasarkan analisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif.

Dugaan Daryono, sesar yang menjadi pembangkit gempa adalah sesar Peleng dengan jalur arah barat daya ke timur laut dan meneruk ke Teluk Tolo.

Sesar Peleng merupakan sesar aktif yang memiliki laju sesar sebesar 1,0 milimeter per tahun dan magnitudo maksimum yang mencapai magnitudo 6,9.

Baca juga: Kronologi dan Dugaan Penyebab Gempa Banggai Sulteng Versi BMKG

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," tulis Daryono dalam analisisnya yang disampaikan pada Kompas.com, Sabtu (13/4/2019).

Dia melanjutkan, dugaan itu berdasar alasan bahwa lokasi episenter terletak pada kelurusan Sesar Peleng yang menerus ke laut dan sumber gempa ini memiliki mekanisme pergerakan mendatar menganan (dextral).

Dampak gempa ini berdasarkan laporan masyarakat dirasakan di wilayah Poso, Buol, Morowali, Banggai dan Palu pada skala intensitas IV MMI; di Kolaka Utara dan Toli-toli III-IV MMI; di Kotamobagu, Palopo, Kolaka, Makassar dan Kep. Konawe III MMI; di Gorontalo dan Kendari II-III MMI; di Manado, Pinrang dan Konawe II MMI.

Saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hingga pukul 23.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan terjadinya aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 43 kali dengan kekuatan paling besar M 5,6 dan terkecil dengan M 3,4.

Tektonik dan Sejarah Tsunami

Wilayah Kepulauan Banggai berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. Secara tektonik di wilayah ini terdapat beberapa sesar aktif, seperti Sesar Naik Batui, Sesar Balantak, Sesar Ambelang, dan Sesar Peleng,

"Berdasarkan catatan sejarah di Kepualauan Banggai sudah beberapa kali terjadi tsunami," ujar Daryono.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X