Kronologi dan Dugaan Penyebab Gempa Banggai Sulteng Versi BMKG

Kompas.com - 13/04/2019, 11:33 WIB
Akibat gempa bermagnitudo 6,9 di Banggai Kepulauan, provinsi Sulawesi Tengah, pagar dan dinding rumah warga di  dusun Balambano, KM 4 Kecamatan Malili, Luwu Timur, ambruk, Jumat (12/04/2019)KOMPAS.com/AMRAN AMIR Akibat gempa bermagnitudo 6,9 di Banggai Kepulauan, provinsi Sulawesi Tengah, pagar dan dinding rumah warga di dusun Balambano, KM 4 Kecamatan Malili, Luwu Timur, ambruk, Jumat (12/04/2019)

KOMPAS.com — Jumat (12/4/2019) malam gempa kuat dengan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah Kabupaten Morowali, Morowali Utara, dan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah.

Namun, setelah dilakukan pemutakhiran, magnitudo gempa turun menjadi 6,8 dengan episenter terletak di Teluk Tolo yang berjarak 82 kilometer arah barat daya dari Kepulauan Banggai, dengan kedalaman 17 kilometer.

Hasil pemodelan menunjukkan adanya potensi tsunami sehingga 5 menit setelah terjadinya gempa dikeluarkan peringatan dini tsunami dengan estimasi tinggi sekitar 50 sentimeter.

Setelah dilakukan monitoring muka air laut melalui pengamatan tide gauge di Kendari, Sulawesi Tenggara, dan Taliabu, Maluku Utara tidak ada kenaikan air laut yang signifikan.

Pengecekan lapangan yang dilakukan oleh BMKG dan BPBD setempat juga tidak menemukan tanda air surut dan tsunami sehingga pada pukul 19.47 peringatan dini tsunami berakhir.

Baca juga: Potensi Kecil, BMKG Akhiri Peringatan Dini Tsunami akibat Gempa Banggai Sulteng

Dugaan Pemicu Gempa

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa diperkirakan dipicu oleh aktivitas sesar aktif. Dugaan kuat mengerucut pada Sesar Peleng, yang memiliki jalur berarah barat daya-timur laur Pulau Peleng menerus ke Teluk Tolo.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan mendatar.

Dampak Gempa

Gempa dengan insensitas terbesar dirasakan oleh masyarakat di wilayah Poso, Buol, Morowali, Banggai, dan Palu. Intensitas lebih kecil dirasakan di daerah Kolaka, Toli-toli, Kotamobagu, Palopo, Makassar, Kepulauan Konawe, Gorontalo, Kendari, dan Manado.

Berdasarkan siaran pers yang diterima Kompas.com Sabtu (13/4/2019), belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa. Hingga pukul 23.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan sebanyak 43 kali dengan magnitudo antara 3,4 dan 5,6.  




Close Ads X