Spesies Sejenis Teripang Purba Ditemukan, Namanya Terinspirasi Fiksi Ilmiah

Kompas.com - 12/04/2019, 21:09 WIB
Ilustrasi spesies teripang primitif Sollasina cthulhu seperti 430 juta tahun yang lalu. Elissa Martin / Museum Sejarah Alam Yale PeabodyIlustrasi spesies teripang primitif Sollasina cthulhu seperti 430 juta tahun yang lalu.

KOMPAS.com - Para ilmuwan telah menemukan spesies teripang baru yang sebelumnya diprediksi sudah punah. Informasi spesies tersebut pernah ada diketahui berkat adanya fosil yang terawetkan secara luar biasa, yang ditemukan di sepanjang pantai Inggris.

Dilansir dari upi.com, peneliti menamai teripang raksasa itu dengan nama Sollasina cthulhu. Nama ini terinspirasi dari salah satu monster berwujud mengerikan dalam fiksi ilmiah yang ditulis oleh Howard Phillips Lovecraft.

Dalam buku tersebut, Cthulhu digambarkan sebagai seekor monster dengan garis besar antropoid yang samar-samar, tetapi bagian kepalanya seperti gurita, wajahnya bersisik, memiliki tanduk, dan bersayap lebar dan panjang.

Namun, dengan ukuran sekitar 2,5 sentimeter, Sollasina cthulhu tidak terlalu menakutkan. Sementara itu, dengan adanya kaki tabung yang cukup banyak, membuat makhluk itu terlihat lebih besar dibanding teripang dan hewan kecil lainnya di dasar laut.

Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang seperti apa bentuk spesies purba tersebut, para ilmuwan mencari fosil dari lapisan demi lapisan dan juga mengambil foto dari setiap lapisan.

Baca juga: Pelajari Gigi Mastodon, Para Peneliti Justru Temukan Spesies Baru

Para peneliti kemudian memindai foto-foto Sollasina cthulhu dan menggunakan lapisan digital untuk merekonstruksi model 3D dalam membuat miniatur monster kecil itu.

Selain itu, analisis komputer mereka memberi para ilmuwan pemahaman yang lebih baik tentang anatomi spesies.

"Sollasina termasuk dalam kelompok yang punah yang disebut ophiocistioids, dan bahan baru ini memberikan informasi pertama tentang struktur internal kelompok," ujar Wakil Kepala Penelitian di Museum Sejarah Alam Universitas Oxford, Imran Rahman dalam rilis.

"Bentuknya termasuk menyerupai cincin yang bagian dalamnya terbentuk yang belum pernah dideskripsikan dalam kelompok sebelumnya. Kami menafsirkan ini sebagai bukti pertama dari bagian lunak dari sistem vaskular air pada jenis ophiocistioid," kata dia.

Awalnya, para ilmuwan berpikir ophiocistioids adalah spesies yang dekat secara kekerabatan dengan bulu babi. Akan tetapi, penelitian terbaru menunjukkan bahwa Sollasina cthulhu adalah kerabat terdekat teripang.

"Kami melakukan sejumlah analisis untuk mengetahui apakah Sollasina lebih dekat kaitannya dengan teripang atau bulu babi," ujar peneliti di University College London, Jeffrey Thompson.

Thompson menyampaikan bahwa hasil yang mengejutkan yakni teripang itu termasuk teripang purba.

Hal inilah yang membantu para peneliti memahami perubahan yang terjadi selama evolusi kelompok pertama, yang pada akhirnya memunculkan bentuk menyerupai siput.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X