2.000 Tahun Tak Berkarat, Rahasia Senjata Pasukan Terakota Terungkap

Kompas.com - 08/04/2019, 18:38 WIB
Pasukan terakota di makam Qin Shi Huang Foursummers/PixabayPasukan terakota di makam Qin Shi Huang

KOMPAS.com – Makam Qin Shi Huang bersama pasukan terakotanya di Xi’an, China, masih diliputi oleh banyak misteri.

Namun, setidaknya satu misteri telah terungkap, yakni mengenai senjata pasukan terakota yang tak berkarat meski sang Kaisar telah meninggal lebih dari 2.000 tahun lalu. Senjata-senjata tersebut, khususnya pedang, tombak dan tombak kapak, bahkan masih mengkilap dan tajam hingga hari ini.

Selama ini, para peneliti mengira bahwa tak berkaratnya senjata perunggu tersebut disebabkan oleh kromium yang melapisinya. Lapisan tersebut bahkan diduga sebagai teknologi pengawetan tertua di bumi.

Namun, hasil penelitian yang dipimpin oleh University College London dan Terracotta Army Museum, dan dipublikasikan dalam Scientific Reports, mengungkapkan bahwa yang membuat senjata tak berkarat bukanlah lapisan kromium, melainkan karakteristik tanah di sekitarnya.

Baca juga: Tulisan 2.000 Tahun Ungkap Kisah Kaisar China yang Ingin Hidup Abadi

Dilansir dari Phys.Org, penulis utama studi yang dulunya dari UCL dan kini di University of Cambridge Professor Marcos Martinón-Torres berkata bahwa hampir semua materi organik dan pasukan terakota dilapisi oleh pernis pelindung yang mengandung kromium sebelum dicat. Namun, tidak demikian dengan senjata yang terbuat dari perunggu.

Lapisan kromium yang terdeteksi pada senjata kemungkinan adalah kontaminasi karena bersinggungan dengan elemen organis yang kini telah lauk, seperti gagang pedang yang terbuat dari kayu dan bambu dan dilapis pernis.

Para peneliti menemukan hal ini setelah menganalisis ratusan artefak. Mayoritas senjata dalam kondisi terbaik ternyata tidak memiliki jejak-jejak kromium sama sekali.

Untuk menginvestigasi rahasia keawetannya, para peneliti mensimulasikan rusaknya replika perunggu dengan menguburnya dalam berbagai jenis tanah.

Hasilnya, perunggu yang disimpan di tanah Xi’an masih dalam kondisi sangat baik walaupun diterpa suhu ekstrem dan kelembapan. Sementara itu, perunggu yang disimpan dalam tanah Inggris mengalami pengaratan parah.

Temuan ini membuat para peneliti berpikir bahwa rahasia keawetan senjata pasukan terakota adalah tanah Xi’an yang memiliki tingkat basa moderat, ukuran partikel yang kecil dan kandungan organik yang rendah.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber PHYSORG
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X