Kompas.com - 29/03/2019, 14:30 WIB
jalan pegunungan dengan pepohonan yang lebat di sepanjang jalan KARAKSA MEDIAjalan pegunungan dengan pepohonan yang lebat di sepanjang jalan

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi pohon merupakan salah satu bagian penting bagi kehidupan di Bumi. Kini, sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) kembali menegaskan hal tersebut.

Menurut penelitian tersebut, pepohonan memainkan peran besar dalam menjaga kota-kota di masa depan agar tetap dingin. Penelitian ini menemukan bahwa jumlah tutupan pohon yang tepat bisa menurunkan suhu siang hari di musim panas hingga 10 derajat Farenheit.

"Kami tahu bahwa kota-kota lebih hangat daripada pedesaan di sekitarnya, tetapi kami menemukan bahwa suhu bervariasi sama banyaknya di dalam kota. Menjaga suhu lebih nyaman pada hari-hari musim panas dapat membuat perbedaan besar bagi kita yang tinggal dan bekerja di sana," ujar Monica Turner, co-author penelitian ini dikutip dari Phys.org, Senin (25/03/2019).

Baca juga: Percantik Kota, Ini Fakta Pohon Tabebuya di Surabaya

Apalagi saat ini perubahan iklim membuat peristiwa panas ekstrem menjadi lebih umum. Menurut Turner, permukaan yang tidak tembus cahaya seperti jalan, trotoar, dan bangunan justru menyerap panas dari matahari di siang hari dan melepaskannya pada malam hari.

Itulah yang membuat suhu di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding desa.

Sebaliknya, pohok tidak hanya menaungi permukaan itu dari sinar matahari, tapi juga melepaskan air ke udara melalui daun sehingga menimbulkan efek mendinginkan.

Meski begitu, untuk mendapatkan efek tersebut tidak bisa hanya dengan menanam satu pohon saja. Studi menemukan bahwa tutupan kanopi pohon harus lebih dari 40 persen.

"Penutup kanopi pohon benar-benar bisa melakukan lebih dari mengimbangi efek dari permukaan kedap air," ujar Carly Ziter, penulis utama penelitian ini.

"(Pada siang hari) penutup kanopi dalam jumlah yang setara dapat mendinginkan udara lebih dari yang dihangatkan oleh trotoar," imbuhnya.

Data menunjukkan bahwa tutupan kanopi 40 persen adalah ambang batas yang diperlukan untuk memicu efek pendinginan besar yang ditawarkan pohon.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber PHYSORG
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Gunung Tonga Terus Dipantau Setelah Letusan Besar Sebabkan Tsunami

Fenomena
Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Waspada Ada Peningkatan Curah Hujan di Jabodetabek 3 Hari ke Depan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

[POPULER SAINS]: Gempa Megathrust Selat Sunda Memicu Tsunami | Gejala KIPI Vaksin Booster ] Jabodetabek Hujan Lebat

Oh Begitu
Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Mengenal Ular Pucuk, Ular yang Banyak Ditemukan di Pemukiman

Oh Begitu
Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Gempa Vulkanik yang Pernah Terjadi di Indonesia

Fenomena
China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

China Luncurkan Roket Long March 2D sebagai Misi Pertama di Tahun 2022

Fenomena
Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Catat, Ini Daftar Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Oh Begitu
Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Asteroid Berukuran 2 Kali Empire State Building Lewat Dekat Bumi Hari Ini

Fenomena
Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Tak Hanya Covid-19, Eropa Diprediksi Akan Hadapi Twindemic, Apa Itu?

Fenomena
Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Tergolong Ringan, Ini Gejala KIPI Vaksin Booster yang Banyak Dilaporkan

Kita
Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Jabodetabek Masih Berpeluang Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Malam Ini

Fenomena
Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Isyana Sarasvati Akui Kecanduan Kopi sejak Kuliah, Ketahui 8 Manfaat Minum Kopi

Kita
Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Gempa Indonesia: Mengenal Penyebab Gempa Bumi hingga Potensi Tsunami

Oh Begitu
Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Hari Ini, Waspada Cuaca Ekstrem di Jakarta Bisa Sebabkan Banjir

Fenomena
Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Kenapa Jantung Kita Berdetak Lebih Cepat Saat Takut? Sains Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.