Pakar: Tuberkulosis Bisa Musnah Pada 2045, Asal...

Kompas.com - 27/03/2019, 17:02 WIB
Ilustrasi. Ilustrasi.

KOMPAS.com - Kalangan pakar Internasional yakin, dunia bisa memberantas tuberkulosis (TB) pada 2045 jika perang melawan penyakit pembunuh itu didanai dengan layak. Lebih lanjut mengenai hal ini disampaikan Karlina Amkas dalam info sains dan kesehatan.

Memperingatkan besarnya kerugian ekonomi dan sosial akibat ketiadaan tindakan, tim pakar internasional mengatakan, pemeriksaan, perawatan dan kesadaran masyarakat yang lebih baik dibutuhkan untuk menurunkan lebih dari 10 juta kasus Tuberkulosis atau TB yang tercatat setiap tahun.

TB adalah penyakit paru kronis yang bisa dicegah dan umumnya bisa diobati jika diketahui dini. Ini merupakan penyakit menular yang paling mematikan pada zaman ini, dengan lebih 1,6 juta kematian setiap tahun.

Baca juga: Berat Badan Anak Tidak Naik? Waspadai Tuberkulosis

"Jumlah itu sangat besar dan beban ekonomi baik bagi negara berkembang maupun maju sangat berat. Tak sulit mencernanya, ini sangat masuk akal. Kita perlu memulai strategi pencegahan baru," kata Eric Goosby, utusan khusus PBB untuk penyakit itu kepada AFP.

Tuberkulosis sudah ada ribuan tahun dan tanpa disadari diidap oleh sekitar seperempat populasi dunia. Dalam satu abad ini, belum tersedia secara komersial vaksin baru TB.

Satu tim pakar dari 13 negara, yang menulis dalam jurnal sains The Lancet, mengatakan dana penelitian dan pengembangan perlu dinaikkan empat kali lipat menjadi sekitar 3 miliar dollar AS atau setara Rp 42,6 triliun per tahun, jika penyakit itu ingin ditangani dengan baik.

Di India saja, dengan satu dari tiga kematian global akibat TB, menyediakan akses yang lebih baik ke pengobatan dan menarget komunitas berisiko untuk pemeriksaan bisa mengurangi kematian hampir sepertiga dengan pengeluaran tahunan sebesar 290 juta dolar.

Baca juga: ODHA Rentan Terkena Tuberkulosis



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Kena Cahaya Bulan, Tubuh Tokek Gurun Ini Jadi Hijau Neon

Fenomena
CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

CDC: Varian Baru Virus Corona Inggris Mungkin Mendominasi pada Maret

Oh Begitu
Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Laut Makin Asam, Gurita Kembangkan Adaptasi Baru untuk Bertahan Hidup

Oh Begitu
9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

9 Syarat Penerima Vaksin dalam Program Vaksinasi Covid-19

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

[POPULER SAINS] Hoaks BMKG Imbau Warga Tinggalkan Mamuju | Kota yang Hilang karena Erupsi Gunung di Lombok

Oh Begitu
BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

BMKG: Banjir Manado Bukan Tsunami, tapi Waspadai Potensi Gelombang Tinggi

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Letusan Gunung Berapi Awal Zaman Kapur Picu Pengasaman Laut

Fenomena
Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Laut Dalam Pantai Australia Dihuni Spesies Porifera Karnivora Ini

Fenomena
[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

[HOAKS] Gempa Mamuju, BMKG Bantah Intruksikan Warga Tinggalkan Mamuju

Fenomena
NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

NASA dan Boeing Uji Roket Superkuat untuk Misi Artemis ke Bulan

Fenomena
Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Banjir Kalimantan Selatan, Warga Diimbau Tetap Waspada Hujan 3 Hari ke Depan

Fenomena
Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Banyak Konsumsi Makanan Asin Berbahaya untuk Jantung, Kok Bisa?

Oh Begitu
Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Lagi, Gempa Bumi Ke-39 Kali Guncang Majene dan Mamuju

Oh Begitu
BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

BMKG Ungkap 2 Penyebab Banjir Manado yang Tewaskan 6 Orang

Oh Begitu
BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

BMKG: Banjir Kalimantan Selatan Akibat Cuaca Ekstrem Dipicu Dinamika Atmosfer Labil

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X