Kompas.com - 26/03/2019, 18:02 WIB

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terbaru menyimpulkan bahwa hanya dengan olahraga selama 10 menit bisa memperpanjang usia seseorang. Laporan penelitian tersebut dipublikasikan dalam British Journal of Sports Medicine.

Sebenarnya, beberapa studi telah menemukan, bahkan dengan olahraga intensitas rendah yang dilakukan dalam waktu singkat bisa memberi dampak baik bagi kesehatan.

Meski begitu, gagasan olahraga 10 menit setiap minggu bisa memperpanjang umur adalah hal baru. Pendapat ini juga masih kontroversial karena bertentangan dengan pedoman olehraga yang ditetapkan oleh pemerintah AS, yaitu 150 menit per minggu.

"Setiap dosis aktivitas fisik akan bermanfaat bagi kesehatan manusia," ungkap Bo Xi, co-author penelitian ini dikutip dari Time, Rabu (20/03/2019).

Baca juga: Bukan Hal Baru, Olahraga 22 Menit Ala Sandiaga Sudah Dicanangkan di AS

Hasil ini sendiri didasarkan pada data lebih dari 88.000 orang dewasa AS yang berpartisipasi pada Survei Wawancara Kesehatan Nasional selama tahun 1997 hingga 2008.

Peserta yang terlibat berusia 40 hingga 85 tahun. Mereka tidak memiliki penyakit kronis ketika melakukan survei.

Selanjutnya, para peneliti melacak kesehatan para peserta selama 9 tahun. Mereka menemukan, 8.000 orang meninggal selama masa pelacakan.

Namun, yang lebih penting, hasil menunjukkan semua olahraga mengurangi risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular, kanker, atau penyebab lain.

Risiko kematian dini bahkan semakin kecil ketika seseorang kian banyak berolahraga.

Orang yang melalukan olahraga 10 hingga 59 menit dengan intensitas sedang setiap minggu memiliki risiko kematian dini lebih rendah 18 persen dibanding yang tidak berolahraga.

Mereka juga memiliki 12 persen risiko lebih rendah untuk meninggal akibat penyakit kardiovaskular dan 14 persen lebih rendah meninggal akibat kanker.

Risiko lebih rendah lagi jika orang lebih banyak melakukan olahraga. Misalnya orang dengan kebiasaan aktivitas fisik 60 hingga 149 menit setiap minggu memiliki risiko kematian dini 22 persen lebih rendah.

Mereka yang berolahraga 150 hingga 299 menit tiap minggu risiko kematian dininya berkurang 31 persen. Hingga orang dengan kebiasaan olahraga 300 hingg 449 menit tiap minggu risiko kematiannya 33 persen lebih rendah.

Baca juga: Halo Prof! Berbahayakah Pendarahan Seusai Olahraga?

Para peneliti menyebut bahwa tidak ada batasan untuk memperoleh manfaat dari olahraga. Bahkan, orang dengan waktu olahraga 1.5000 menit per minggu atau 3 jam sehari memiliki risiko kematian 46 persen lebih rendah daripada kelompok yang paling tidak aktif.

Sayangnya, penelitian ini bersifat observasional. Dengan kata lain, studi ini tidak bisa membuktikan sebab akibat dan hanya bisa menemukan pola saja.

Terlepas dari kekurangannya, penelitian ini sekali lagi membuktikan pentingnya olahraga bagi kehidupana manusia.

"Untuk memenuhi rekomendasi menimum dari pedoman aktivitas fisik AS mungkin sulit," ujar Xi.

"Tapi, bahkan olahraga dengan dosis rendah bisa bermanfaat, dengan catatan lebih banyak akan lebih baik," tegas profesor dan ahli epidemiologi di handong University School of Public Health, China itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.