2020, Para Penganut Bumi Datar Akan Berlayar ke “Ujung Bumi”

Kompas.com - 23/03/2019, 19:05 WIB
Peta Bumi jika digambarkan sebagai obyek yang datar serupa piringan. WikipediaPeta Bumi jika digambarkan sebagai obyek yang datar serupa piringan.

KOMPAS.com – Sekelompok penganut teori Bumi datar yang tergabung dalam Flat Earth International Conference (FEIC) baru saja mengumumkan akan berlayar ke Antartika.

Tujuannya adalah untuk melihat langsung “ujung Bumi” yang mereka yakini berupa dinding es raksasa bernama Antartika.

Pelayaran yang dijadwalkan untuk tahun 2020 itu menjanjikan petualangan yang menyenangkan bagi seluruh partisipan karena dilengkapi dengan restoran, kolam renang dan ombak buatan.

Ironisnya, kapal yang akan digunakan oleh FEIC, seperti kapal pada umumnya, akan menggunakan sistem navigasi yang berpatok pada prinsip bahwa Bumi itu bulat.

Dilansir dari The Guardian, Kamis (10/1/2019); Henk Keijer yang merupakan mantan kapten kapal selama 23 tahun dan kini pakar forensik kelautan untuk Robson Forensic mengatakan, kapal bernavigasi dengan prinsip bahwa Bumi itu bulat. Peta laut juga dirancang dengan prinsip itu: bahwa Bumi itu bulat.

Baca juga: Roket Pendukung Teori Bumi Datar Akhirnya Meluncur, Apa yang Terjadi?

Dia lanjut menjelaskan bahwa keberadaan sistem pemosisi global (GPS) sendiri membuktikan bahwa Bumi itu bulat, bukan datar.

Pasalnya, untuk menentukan sebuah lokasi, GPS sebetulnya hanya memerlukan setidaknya tiga satelit. Namun dikarenakan bentuk bumi yang bulat, GPS pun menggunakan data dari 24 satelit yang mengorbit bumi untuk mengetahui semua informasi posisi dan navigasi di berbagai belahan dunia.

“Jika Bumi ini datar, hanya butuh tiga satelit untuk memberikan informasi ini ke semua orang. Tapi tiga tidak cukup karena Bumi itu bulat,” ujarnya.

Selain itu seperti dilansir dari Live Science, Jumat (22/3/2019); para cendekiawan Yunani telah membuktikan bentuk bumi yang bulat 2.000 tahun lalu. Lagipula, gravitasi yang menarik kita semua agar tidak terlepas dari Bumi ini hanya bisa terjadi bila Bumi bulat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Bumi Awal Dulu Punya Atmosfer yang Beracun, Ditutupi Lautan Magma

Fenomena
Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X