Kompas.com - 20/03/2019, 18:33 WIB
Ilustrasi gempa bodnarchukIlustrasi gempa

KOMPAS.com - Tahun 2017 lalu, sebuah gempa bumi langka mengguncang Korea Selatan. Penelitian mengugkap bahwa indu tersebut dipicu oleh pembangkit listrik tenaga panas bumi eksperimental pertama negara tersebut.

Gempa berkekuatan M 5,4 itu menggetarkan kota pelabuhan tenggara Pohang pada November 2017. Ini menjadi tremor paling kuat kedua yang pernah ada di wilayah Selatan yang biasanya stabil secara gempa.

Lusinan orang terluka dan lebih dari 1.500 kehilangan tempat tinggal saat itu.

Sebuah studi yang dilakukan pemerintah selama setahun menunjukkan bahwa pembangkit listrik tenaga panas bumi adalah penyebabnya.

Baca juga: Daryono BMKG: Gaya Pembangkit Gempa Lombok Timur Masih Misteri

Pabrik itu bekerja dengan menyuntikkan air bertekanan tinggi ke bawah tanah untuk memanfaatkan panas dari kerak bumi. Sayangnya, itu justru menghasilkan aktivitas seismik berukuran mikro, kata Lee Kang-kun, yang memimpin penelitian.

"Dan seiring berjalannya waktu, ini memicu gempa di Pohang," tambahnya dilansir dari AFP, Rabu (20/03/2019).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami menyimpulkan bahwa gempa bumi Pohang adalah 'gempa yang dipicu'. Itu bukan gempa bumi alami," ujar Lee.

Warga Pohang mengajukan gugatan terhadap pemerintah setelah gempa. Pemerintah Korea Selatan di Seoul menyatakan "penyesalan mendalam" tentang gempa ini.

Pabrik panas bumi itu - yang sementara ditangguhkan selama studi - akan "ditutup secara permanen", kata kementerian perdagangan, industri dan energi dalam sebuah pernyataan.

Pembangkit listrik tenaga panas bumi itu menelan biaya sekitar 80 miliar won atau setara dengan satu triliun rupiah dalam kurs saat ini untuk membangun dan menguji operasinya sejak 2016.

Tidak seperti Jepang yang bertetangga, semenanjung Korea jarang mengalami gempa yang signifikan. Meski begitu, aktivitas seismik dipantau secara ketat karena lonjakan dapat menjadi indikasi pertama bahwa Korea Utara telah melakukan uji coba nuklir.

Gempa paling kuat di negara itu sampai saat ini adalah gempa berkekuatan 5,8 yang melanda Gyeongju, juga di tenggara, pada September 2016.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.