World Sleep Day, Ini 4 Manfaat Tidur yang Perlu Diketahui

Kompas.com - 15/03/2019, 13:36 WIB
Ilustrasi tidur dengan pasangan Ilustrasi tidur dengan pasangan

KOMPAS.com - Tidur mungkin terdengar sebagai sebuah aktivitas yang mudah dilakukan. Sayangnya, pada kenyataan kini banyak orang di dunia banyak mengalami masalah tidur.

Bahkan, tingginya masalah tidur ini mendorong World Sleep Society untuk mencetuskan Hari Tidur Sedunia atau World Sleep Day pada 2008 lalu.

Peringatan ini jatuh pada hari Jumat sebelum musim semi dimulai tiap tahunnya. Tahun ini, kita memperingatinya pada 15 Maret 2019.

Dalam usaha untuk membangun kembali kesadaran tentang pentingnya tidur, Kompas.com merangkum beberapa manfaat penting dari aktivitas ini.

Baca juga: Manfaat Cukup Tidur untuk Performa Otak

1. Memperkuat Ingatan

Bila dibandingkan, orang yang tidurnya kurang berkualitas di malam hari cenderung lebih pelupa dibandingkan dengan orang yang tidur nyenyak. Tidur yang berkualitas saat malam hari sangat baik untuk memperkuat ingatan.

Dalam sebuah penelitian di Singapura, siswa yang tidur siang memiliki kemampuan memori yang meningkat.

2. Suasana Hati Lebih Baik

Bukan rahasia lagi mendapatkan tidur cukup membuat kita bangun dengan semangat. Suasana hati kita pun cenderung lebih baik.

Hal ini juga dibuktikan pada penelitian siswa di Singapura.

"Menariknya, siswa yang tidur pada siang dan malam hari lebih waspada, daya ingat lebih baik dan memiliki suasa hati yang lebih baik dibanding mereka yang tidur selama 6,5 jam terus menerus," kata seorang peneliti dan ahli saraf Michael Chee, dilansir Science Alert, Jumat (1/2/2019).

Laporan yang dimuat dalam jurnal Sleep edisi 12 Februari 2019 mengingatkan, tidur bergantian - siang dan malam - memang memberi banyak efek positif.

Baca selengkapnya: Merawat Otak dan Suasana Hati dengan Tidur Siang

3. Percepat Kesembuhan

Pernahkah Anda bertanya mengapa obat yang diberikan dokter saat Anda sakit menyebabkan kantuk? Atau mengapa ketika sakit kita terasa lemas dan terus menerus mengantuk?

Para ilmuwan dari Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania berhasil menyingkap rahasia tersebut. Hasil temuan mereka kemudian dipublikasikan dalam jurnal Science menunjukkan bahwa ada gen tunggal yang meningkatkan kebutuhan tidur ketika sakit.

Gen ini kemudian dinamakan nemuri. Protein nemuri ini melawan kuman dengan aktivitas antimikroba yang melekat dan disekresikan oleh sel-sel otak untuk mendorong tidur nyenyak berkepanjangan setelah infeksi.

Artinya, tidur akan membantu tubuh untuk pulih dari sakit lebih cepat.

Baca juga: Tak Perlu Didebat Lagi, Ini Alasan Anda Harus Banyak Tidur Saat Sakit

4. Meredam Laju Penuaan

Dalam tulisannya di Kompas.com, pakar kesehatan tidur Dr Andreas Prasadja menyebut bahwa tidur adalah cara terbaik meredam laju penuaan tubuh.

"Pada saat tidur seluruh tubuh membuang semua zat yang merugikan dan menggantikannya dengan berbagai zat atau hormon yang penting untuk regenerasi tubuh," tulis Andreas.

"Perbaikan sel-sel tubuh terjadi optimal hanya pada saat tidur," tegasnya.

Baca juga: Meredam Laju Penuaan dengan Kualitas Tidur



Close Ads X