Studi Harvard, Meredupkan Matahari Efektif Tangkal Pemanasan Global

Kompas.com - 12/03/2019, 20:05 WIB
Ilustrasi pemanasan global rottadanaIlustrasi pemanasan global

KOMPAS.com – Salah satu rencana “gila” yang telah lama diusulkan untuk menangkal pemanasan global adalah menyemprotkan zat kimia ke atmosfer untuk meredupkan cahaya matahari.

Rencana tersebut secara tidak mengejutkan mendapatkan banyak penolakan, terutama terkait efek-efek sampingnya terhadap presipitasi dan badai.

Namun, studi baru yang dipublikasikan dalam Nature Climate Change oleh para peneliti Harvard menemukan bahwa rencana ini aman dan efektif bila dilakukan dengan hati-hati dan tujuannya hanya untuk mengurangi kenaikan temperatur global sampai setengahnya saja.

Para peneliti membuat model iklim beresolusi tinggi untuk mensimulasikan efek peredupan matahari terhadap presipitasi, evaporasi dan badai tropis.

Baca juga: Bapak Ilmu Iklim yang Mencetuskan Istilah Pemanasan Global Wafat

Dalam permodelan, mereka menggandakan konsentrasi karbon dioksida di atmosfer dan mengurangi cahaya matahari yang masuk sampai penghangatan global turun hingga setengahnya.

Hasilnya, menggunakan teknik rekayasa bumi untuk mengurangi pemanasan global hanya sampai setengahnya saja dapat menurunkan temperatur tanpa menimbulkan dampak buruk hidrologi yang selama ini dikaitkan dengan rencana tersebut. Malah, intensitas badai tropis ditemukan ikut berkurang.

Peter Irvine, peneliti postdoctoral yang memimpin studi, mengatakan kepada Earther, menariknya kami hanya menemukan sebagian kecil tempat yang mengalami efek iklim yang lebih parah.

Baca juga: Fenomena Pusaran Kutub di AS, Adakah Hubungan dengan Pemanasan Global?

“(Namun) jika Anda terus mendinginkannya, Anda akan mendapatkan manfaat dari temperatur yang lebih dingin, tetapi keuntungan variabel hidrologinya menurun. Jika penghangatan sepenuhnya ditangkal (dengan peredupan matahari), barulah masalah baru akan muncul,” ujarnya.

Akan tetapi, penelitian ini bukan tanpa kekurangan. Para peneliti Harvard sendiri mengakui bahwa tidak ada studi yang bisa mendorong terjadinya sebuah aksi sendirian, terutama untuk aksi yang sedramatis mengubah iklim. Pasalnya, metode apa pun yang digunakan untuk menganalisisnya belum tentu bisa mensimulasikan seluruh dampaknya.

Irvine pun menegaskan bahwa peredupan matahari tidak bisa menggantikan apa yang sebenarnya harus kita lakukan untuk mengurangi pemanasan global. Dia berkata bahwa ini hanyalah satu bagian dari teka-teki tersebut, dan hanya spekulasi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

Ini Saran Ahli Menyikapi New Normal agar Tidak Stres dan Terinfeksi Covid-19

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X