Kejar Ketinggalan, China Segera Luncurkan Robot Penjelajah ke Mars

Kompas.com - 09/03/2019, 19:03 WIB
Gambaran Dataran Planet Mars rizky C Septania/YoutubeGambaran Dataran Planet Mars

KOMPAS.com - Niat China untuk bersaing dengan AS dan Rusia di dunia astronomi semakin bulat. Setelah meluncurkan Chang'e 4 ke sisi jauh bulan, China sedang bersiap meluncurkan robot penjelajah ke Mars.

Hal itu tidak lain untuk mengejar ketinggalan China dalam hal terobosan ruang angkasa dunia.

"Selama 60 tahun terakhir kami telah membuat banyak prestasi, tapi kami masih jauh di belakang untuk urusan kekuatan ruang angkasa dunia. Ini cara kami untuk mempercepat langkah," kata Wu Weiren, kepala perancang program eksplorasi bulan.

"China akan menjadi negara ketiga yang mampu melakukan tugas di bidang astronomi seperti AS dan Rusia. Tahun depan kami akan meluncurkan robot penjelajah Mars dan melakukan penyelidikan," imbuhnya.

Baca juga: Ramuan Keabadian Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Makam China Kuno

Mengutip CNN, misi mengirimkan robot penjelajah ke Mars sudah didului dengan pembuatan pangkalan simulasi Mars di Qaidam Basin Qinghai, China barat. Qaidim Basin Qinghai adalah gurun tertinggi di Bumi dan dianggap sebagai lokasi yang mirip dengan permukaan Mars.

Guna membangun dan mencakup area seluas 53.440 meter persegi, pembuatan pangkalan simulasi Mars menelan biaya sebesar 22,3 juta dollar AS atau sekitar Rp 31 miliar.

Diwartakan Gizmodo, Senin (4/3/2019), China meluncurkan satelit pertama kali pada 1970, jauh di belakang AS dan Rusia. Namun China segera mengejar ketinggalan dengan berbagai terobosan yang dilakukannya.

Pada 2007, China meluncurkan pengorbit bulan pertama yang diberi nama Chang'e 1 dan robot penjelajah Chang'e 4 berhasil menjelajahi sisi jauh bulan, sebuah tempat yang tak pernah dikunjungi manusia dan China jadi yang pertama.

Selain itu, China juga tengah bersiap meluncurkan Chang'e 5 untuk mengambil sampel bulan akhir tahun ini.

Misi China ke Mars akan bergabung dengan sejumlah misi NASA dan Badan Antariksa Eropa (ESA) yang dijadwalkan akan mengunjungi Planet Merah.

Menurut portal berita China, Xinhua, Badan Antariksa China sedang merencanakan sejumlah misi luar angkasa lain sebelum 2030, salah satunya mengunjungi Jupiter.

Misi yang belum memiliki nama ini bukanlah yang pertama bagi China untuk mencapai Mars.

Pada 2011, Administrasi Antariksa Nasional China (CNSA) berusaha mengirim pengorbit Yinghuo-1 ke Mars. Sayangnya pesawat ruang angkasa yang berkaitan dengan misi Phobos-Grunt milik Rusia gagal meninggalkan orbit Bumi.

Baca juga: China Akan Buat Stasiun Panel Surya Luar Angkasa Pertama di Dunia

Untuk ke depan, akan ada banyak pembahasan tentang misi ini, termasuk desain satelit dan tujuan ekspedisi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X