China Akan Buat Stasiun Panel Surya Luar Angkasa Pertama di Dunia

Kompas.com - 20/02/2019, 19:00 WIB
Panel surya Panel surya

KOMPAS.com - China berencana membangun stasiun panel surya di luar angkasa pertama di dunia. Untuk tujuan ini, para peneliti China akan meluncurkan purwarupa skala kecil antara tahun 2021 dan 2025.

Salah satu peneliti proyek tersebut, Pang Zhihao mengatakan bahwa nantinya stasiun ini bisa memberikan sumber energi bersih yang tidak habis untuk umat manusia.

Menurut laporan di The Sydney Morning Herald, stasiun panel surya antariksa ini akan menyediakan energi enam kali lebih kuat dari stasiun serupa di Bumi. Hal ini memungkinkan pengisian mobil lisrik kapan saja dan di mana saja.

Meski begitu, purwarupa ini tidak akan menyediakan energi dalam jumlah besar. Jika purwarupa itu berhasil, para peneliti berencana membangun stasiun tenaga surya dengan kapasitas 1 megawatt pada 2030.

Baca juga: India Pertimbangkan Tender Ambisius Tenaga Surya 100 Gigawatt

Diperkirakan, berat dari stasiun ini sekitar 1.000 ton atau dua kali lipas stasiun luar angkasa internasional (ISS). Nantinya, stasiun tenaga surya itu akan mengorbit pada jarak 35.888 km dari Bumi.

Benda itu akan mengubah energi matahari menjadi listrik lalu mengirimkannya kembali ke Bumi melalui gelombang mikro atau laser.

Melansir dari Newsweek, Selasa (19/02/2019), Pang mengungkap tantangan terbesar dari proyek ini adalah cara meluncurkan benda besar itu ke angkasa.

Pembangunan purwarupa eksperimental dari stasiun ini sedang dilakukan di kota Chongqing, China. Li Ming, wakil presiden Akademi Teknologi Antariksa China, mengatakan bahwa negara itu kemungkinan akan menjadi negara pertama yang memiliki stasiun tenaga surya yang berfungsi di ruang angkasa.

Proyek ambisius ini sendiri dibuat bukan tanpa alasan. China adalah negara yang sangat mengandalkan batubara sebagai sumber energi utama.

Hal itu menyebabkan negara tirai bambu menjadi penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia.

Tak tinggal diam dengan keadaan tersebut, China menetapkan target energi terbarukan yang ambisius. Pada September 2018, mereka bertujuan memiliki energi terbarukan setidaknya 35 persen dari semua konsumsi listrik pada 2030.

Selain proyek ini, China juga fokus pada energi angin dan hidroelektrik. Mereka bertujuan memiliki 210 gigawatt pada 2020 dari tenaga angin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X