Demi Atasi Polusi Udara, Korsel Ingin Kerja Sama dengan China Bikin Hujan Buatan

Kompas.com - 08/03/2019, 15:37 WIB
Ilustrasi district Gangnam di Seoul, Korea Selatan pada malam hari. Shutterstock Ilustrasi district Gangnam di Seoul, Korea Selatan pada malam hari.

KOMPAS.com - Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengusulkan sebuah proyek bersama dengan China untuk menggunakan hujan buatan. Tujuannya untuk membersihkan udara di Korsel, di mana tingkat polusi terus meningkat dan mengkhawatirkan.

Menurut juru bicara presiden, Kim Eui-kyeom, Moon juga menginstruksikan para pejabat pemerintahnya, Rabu, untuk segera menonaktifkan instalasi-instalasi pembangkit listrik tenaga batubara negara itu.

Seoul sedang kesulitan menangani polusi udara yang menurut para pakar terkait dengan aktivitas industri China dan emisi mobil-mobil Korea Selatan.

Kadar partikel debu halus di Korea Selatan telah mencapai tingkat tertinggi baru pekan lalu. Fenomena ini memaksa banyak orang menggunakan penutup wajah saat berpergian di udara terbuka.

Baca juga: 50 Persen Kematian Akibat Polusi Udara Disebabkan Mesin Diesel

Ketika ditanya pendapatnya mengenai usulan Moon, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Lu Kang mengatakan, kerjasama itu baik tapi membantah klaim Seoul bahwa China merupakan sumber utama masalah polusinya.

Kadar konsentrasi debu halus di Seoul, menurut Lembaga Nasional Riset Lingkungan, mencapai 136 mikrogram per meter kubik. Padahal kadar, 75 mikrogram per meter kubik saja sudah dianggap sangat buruk.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X