Kompas.com - 04/03/2019, 17:35 WIB

KOMPAS.com - Kapsul luar angkasa milik SpaceX, Crew Dragon, mengukir sejarah dalam perjalanan antariksa. Crew Dragon menjadi "taksi" astronot pertama yang melesat dan berlabuh ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Crew Dragon berhasil merapat ke ISS kemarin, 3 Maret 2019 pukul 17.51 WIB atau pukul 05.51 EST. Kapsul tersebut berhasil berlabuh setelah melalui 27 jam perjalanan setelah diluncurkan ke orbit dari Kennedy Space Center (KSC) milik Badan Antariksa AS (NASA).

"Selamat kepada semua tim yang berhasil melakukan perlabuhan," ujar astronot NASA Anne McClain saat menghubungi pusat kendali Bumi dikutip dari Space, Minggu (03/03/2019).

Seketika itu pula, tepuk tangan merebak di pusat kendali SpaceX di Hawthorne, California.

Baca juga: SpaceX Ungkap Penumpang Pertama Kapsul Crew Dragon Ke ISS

Sekitar pukul 08.07 pagi EST atau 20.07 WIB, McClain dan kru ISS lain membuka pintu Crew Dragon untuk pertama kalinya. Para astronot disambut oleh Ripley, manekin uji coba, dan Earth, mainan angkasa.

"Semuanya tampak hebat," kata McClain.

"Ripley dan Earth sama-sama tampak seperti menikmati perjalanan mereka di sini," imbuhnya.

Crew Dragin akan menghabiskan selama lima hari di ISS sebelum akhirnya mesuk kembali ke atmosfer Bumi pada Jumat (08/03/2019).

Kapsul itu merupakan pesawat antariksa komersial pertama yang langsung mendarat di ISS. Sebelumnya, versi kargo Crew Dragon, kapal antariksa Dragon selalu mengangkut kebutuhan para astronot ke ISS tanpa pendaratan langsung.

Pesawat kargo Dragon harus ditangkap menggunakan lengan robot yang dikendalikan oleh astronot baru bisa melekat di ISS.

"Ini adalah berita yang tidak dapat dipercaya untuk semua orang, di sini di SpaceX dan NASA," ujar Tom Praderio, teknisi perangkat lunak SpaceX.

Pada April mendatang, Crew Dragon dijadwalkan akan membawa astronot NASA Bob Behnken dalam kapsulnya menuju ISS.

Peluncuran Crew Dragon kali ini adalah untuk menunjukkan apakah kapsul itu bisa membawa astronot ke ISS dengan aman.

Kapsul ini belum selesai diuji coba, karena menurut CEO SpaceX, Elon Musk hal yang paling sulit adalah uji terbang kembali ke atmosfer Bumi.

"Sebenarnya, masuk kembali secara hipersonik mungkin merupakan kekhawatiran terbesar saya," kata Musk.

Baca juga: NASA Nyalakan Lampu Hijau untuk Uji Crew Dragon ke ISS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber SPACE.COM


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.