NASA Nyalakan Lampu Hijau untuk Uji Crew Dragon ke ISS

Kompas.com - 25/02/2019, 18:02 WIB
Falcon 9SpaceX Falcon 9

KOMPAS.com - Jumat kemarin (22/2/2019), SpaceX diberi lampu hijau oleh Badan Antariksa AS ( NASA) untuk menguji kapsul Crew Dragon yang akan membawa para astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional ( ISS).

Dalam uji cobanya kapsul SpaceX tidak membawa manusia ke ISS. Sebagai gantinya, mereka membawa manekin seukuran manusia.

"Kita akan meluncur dan segera berlabuh," kata William Gerstenmaier, administrator asosiasi dari NASA Human Exploration and Operations

Melansir AFP, Sabtu (23/2/2019), roket Falcon 9 milik SpaceX dijadwalkan lepas landas pada 2 Maret 2019 membawa kapsul uji coba Crew Dragon ke ISS.

Baca juga: Elon Musk: Crew Dragon Siap Angkut Astronot NASA ke ISS Tahun Ini

Sebelumnya NASA sudah menandatangani kontrak dengan SpaceX dan Boeing pada 2014 untuk mengantar para astronot AS ke ISS.

Ini adalah kali pertama NASA memberi izin pada perusahaan swasta untuk mengangkut astronot mereka.

NASA mengakhiri program pesawat ulang alik pada 2011. Sejak saat itu mereka mengandalkan kerja sama dengan roket Soyuz Rusia untuk mengirim astronot ke ISS.

"Ini adalah langkah awal yang sangat penting yang harus dilakukan untuk melihat kemampuan peluncuran kapsul dengan awak sampai kembali ke AS," kata Gerstenmaier dalam konferensi pers di Cape Canaveral, Florida.

Peluncuran yang akan dilakukan pekan depan, Sabtu (2/3/2019) dibuat semirip mungkin dengan peluncuran yang akan membawa dua astronot ke ISS, perkiraan Juli 2019.

Kapsul Crew Dragon yang berisi tujuh kursi penumpang diperkirakan sampai di ISS pada Minggu (3/3/2019) dan dijadwalkan kembali ke Bumi pada Jumat (8/3/2019).

"Kami ingin memaksimalkan persiapan untuk menjamin keselamatan kru saat mengorbit nanti," ungkap Gerstenmaier.

Baca juga: Elon Musk Pamerkan Roket Terbaru SpaceX yang Bergaya Retro

SpaceX telah melakukan belasan perjalanan tanpa awak sejak 2012 yang dimulai dengan membawa persediaan ke ISS.

Namun, banyak hal yang perlu diperhatikan untuk peluncuran dengan awak, terutama mempertimbangkan keselamatan penerbangan.

NASA menilai Crew Dragon masih belum sempurna, masih ada beberapa masalah termasuk parasutnya.

"Ini masalah besar bagi SpaceX," ujar Hans Koeningsmann, wakil presiden perusahaan SpaceX yang didirikan miliarder Elon Musk.




Close Ads X