Rovicky, Pakde Dongeng Geologi Itu, Berpulang

Kompas.com - 04/03/2019, 12:56 WIB
Rovicky Dwi Putrohari (51). Geolog. Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Pencipta blog, Dongeng Geologi. KOMPAS / AHMAD ARIF Rovicky Dwi Putrohari (51). Geolog. Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia. Pencipta blog, Dongeng Geologi.

KOMPAS.com —  Rovicky Dwi Putrohari, mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, berpulang di usia 55 tahun pada Senin (4/3/2019) pukul 02.05.

Rovicky atau yang akrab disapa Pakde tak hanya membuktikan profesionalitasnya sebagai ahli geologi. Dia pun selalu membuat tulisan tentang Bumi yang ringan sehingga mudah dicerna awam dan kerap ditampilkan dalam bentuk dialog.

Semua tulisan tentang "rumah" kita itu ditayangkan dalam blog populer bernama " Dongeng Geologi". Bagi Rovicky, itu adalah pencapaian terbesarnya sebagai seorang ahli geologi.

"Di sela-sela kerja, di mana saja, saya berusaha menjawab pertanyaan pembaca blog (Dongeng Geologi). Bahkan, sering blog saya jadi ruang berdiskusi para pembaca yang beradu argumen," ungkap Rovicky kepada Kompas.com dalam artikel yang tayang pada 10 Maret 2014.

Kepergian Rovicky meninggalkan duka mendalam dan kehilangan bagi para geolog lain, seperti Daryono dan Surono. Melalui Kompas.com, kedua ahli geologi dan vulkanologi Indonesia itu memberikan obituari tentang Rovicky Dwi Putrohari.

Baca juga: Pakdhe yang Gemar Menulis

Guru sekaligus teman yang baik

Kepala Bidang Infromasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono menganggap Rovicky sebagai guru, senior, dan teman yang baik hati.

"Saya mulai kenal beliau sejak pascagempa Yogyakarta 2006. Kebetulan, saya saat itu studi S3 di UGM dengan riset disertasi kerentanan gempa di Bantul, Yogyakarta," kata Daryono kepada Kompas.com, Senin (4/3/2019).

Di masa itu, Daryono kerap melakukan diskusi dengan Pakde, entah melalui SMS atau surel.

"Beliau sangat open mind dan sangat fair. Kalau tahu akan satu hal, beliau akan share pengetahuannya saat itu juga dan menyempatkan diskusi, dan kalau belum tahu akan terus terang," kata Daryono.

Menurut Daryono, pemahaman konsep geologi Pakde sangat banyak. Itulah mengapa Daryono terus menggali ilmu geologi dari Rovicky mengingat latar belakang Daryono adalah geofisika.

"Beliau adalah salah satu guru geologi informal saya," katanya yang terus melakukan komunikasi dengan Rovicky, bahkan selama gempa Lombok, Palu, dan tsunami di Selat Sunda.

Selain menjadi guru "pribadi", Daryono kagum pada Rovicky yang dapat menjadi pencerah ilmu geologi bagi masyarakat, terutama lewat Dongeng Geologi.

Halaman:



Close Ads X