Kompas.com - 27/02/2019, 18:19 WIB

"Kendaraan itu tidak sepenuhnya berkualitas," katanya dikutip dari The Independent, Selasa (26/02/2019).

"Tapi kita tahun perangkat kerasnya cukup bagis untuk melakukan penerbangan demonstrasi ini. Faktanya, kami ingin melihat apakah ada hal lain yang kami lewatkan dalam penerbangan ini, dan kami sepenuhnya berharap untuk mempelajari beberapa hal di penerbangan ini," sambung Gerstenmaier.

Baca juga: NASA Nyalakan Lampu Hijau untuk Uji Crew Dragon ke ISS

Pada bulan April mendatang, NASA berencana mengirim astronot Bon Behnken dan Dog Hurley menggunakan kapsul tersebut.

Ini akan menandai era baru dalam penerbangan manusia ke antariksa AS. Pasalnya, program Space Shuttle pensiun tahun 2011, AS belum meluncurkan astronotnya ke ISS dari negara tersebut.

Selama ini, AS mengandalkan kapsul Soyuz milik Rusia untuk meluncur ke ruang angkasa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.