Kompas.com - 27/02/2019, 17:35 WIB

KOMPAS.com - Seekor ikan langka yang diyakini sebagai pertanda gempa bumi dan tsunami tertangkap jaring ikan di lepas pantai Uozu, Prefektur Toyama, Jepang pada Selasa (26/02/2019) pagi.

Ikan tersebut adalah oarfish atau ular laut dalam raksasa.

Penjaga akuarium Uozu yang tiba di lokasi melihat ikan tersebut berenang perlahan dan tampak lemah. Itu karena oarfish yang tertangkap telah kehilangan sirip ekornya.

Diwartakan dari NHK, Selasa (26/02/2019), ikan berukuran 2 meter 24 sentimeter tersebut dibawa ke akurium tapi meninggal 6 jam kemudian.

Baca juga: Ikan Laut Dalam Tertangkap Nelayan, Kota di Peru Siaga Gempa

Kepala akuarium, Osamu Inamura mengatakan bahwa dia bisa melihat dengan jelas ikan itu melihat sekeliling dan mengayunkan bagian depan sirip punggungnya yang seperti antena.

Sebelum ini, dua ekor oarfish juga tertangkap oleh nelayan di Pulau Okinawa, Jepang.

Para nelayan yang menemukan dua ikan tersebut kaget dengan tangkapan mereka. Sepasang ikan keperakan berukuran empat meter menggeliat hidup dalam jaring mereka.

Sejumlah penampakan makhluk misterius ini dilaporkan meningkat di perairan Jepang beberapa waktu belakangan.

"Saya pernah mendengar cerita tentang ikan ini," kata Takashi Yamauchi, perwakilan dari asosiasi koperasi perikanan Yomitan dikutip dari AFP, Selasa (26/02/2019).

"Ketika saya melihat mereka di pelabuhan, saya cukup terkejut," sambungnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNN,AFP,nhk
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.