Kompas.com - 26/02/2019, 17:35 WIB
Ilustrasi tanaman padi di ladang. SHUTTERSTOCKIlustrasi tanaman padi di ladang.

KOMPAS.com - Masa depan persediaan pangan "sangat terancam" sebab jumlah hewan dan spesies tanaman lenyap dengan cepat, kata laporan PBB hari Jumat (22/02/2019). Padahal, dunia terus bergelut pada permasalahan bagaimana memberi makan penduduk yang terus bertambah.

Organisasi Pangan Dunia (FAO) mengatakan, manusia bergantung pada spesies yang semakin berkurang untuk pangan. Ini membuat sistem produksi pangan rentan pada guncangan seperti pes atau penyakit, kemarau, serta peristiwa ekstrem lain terkait cuaca akibat perubahan iklim.

Walaupun ada sekitar 6 ribu spesies tumbuhan yang dapat digunakan untuk pangan, kurang dari 200 yang umumnya dimakan. Bahkan, hanya 9 spesies saja yang menghasilkan sebagian besar jumlah pangan dunia, kata FAO dalam laporan pertama sejenis dalam mengkaji biodiversitas sistem pangan.

Baca juga: Gara-gara Pemanasan Global, Sumber Pangan di Samudra Arktik Kabur

"Hilangnya keanekaragaman hayati bagi pangan dan pertanian sangat merongrong kemampuan untuk memberi makan penduduk dunia yang terus bertambah," kata direktur FAO Jose Graziano da Silva dalam sebuah pernyataan.

"Kita perlu menggunakan biodiversitas dalam bentuk bersinambung supaya dapat memberi tanggapan yang lebih baik terhadap perubahan iklim dan memproduksi pangan dalam cara tidak merugikan alam lingkungan," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X