Fenomena Beracun, "Salju Hitam" Turun di Langit Siberia

Kompas.com - 17/02/2019, 17:01 WIB
Sebuah mobil di Siberia tertutup salju hitam. Sebuah mobil di Siberia tertutup salju hitam.


KOMPAS.com - Salju hitam beracun menghujani wilayah Siberia, terutama kawasan Kuzbass dalam beberapa hari belakangan. Salju hitam itu setidaknya telah menutupi wilayah yang dihuni 2,6 juta manusia dan salah satu tambang batu bara terbesar di dunia.

Menurut laporan Guardian dan Siberian Times, salju hitam itu tidak turun dari langit tapi merupakan debu batu bara hitam beracun yang dilepaskan ke udara melalui lubang pabrik batu bara yang tidak dipelihara dengan baik di wilayah tersebut.

Seorang petinggi pabrik batu bara mengaku alat yang berfungsi mencegah serbuk batu bara keluar dari pabrik telah rusak.

Namun parahnya, ini bukan kali pertama terjadi. Fenomena salju hitam beracun seperti sudah menjadi agenda tahunan di wilayah tersebut dan tidak selalu terikat pada satu sumber.

Baca juga: 200 Tahun Ini, Antartika Alami Peningkatan Hujan Salju yang Tak Normal

"Lebih sulit menemukan salju putih dibanding salju hitam saat musim dingin," kata Vladimar Slivyak, anggota kelompok peduli lingkungan Ecodefense kepada Guardian.

"Ada banyak debu batu bara di udara sepanjang waktu. Saat salju sungguhan turun, itu (salju putih) tak akan bisa dilihat dengan mudah," imbuhnya.

Live Science melaporkan pada Jumat (15/2/2019), Kuzbass (kependekan dari Kuznetsk Basin) adalah salah satu tambang batu bara terbesar di dunia yang luasnya mencapai 26.000 kilometer persegi.

Tahun 2015 Ecodefense melaporkan bahwa warga Kuzbass memiliki harapan hidup 3 sampai 4 tahun lebih pendek dibanding rata-rata orang Rusia.

Selain harapan hidup pendek, mereka juga memiliki risiko dua kali lebih besar tertular tuberkulosis dan gangguan mental di amsa kecil.

Salju hitam sering muncul di musim dingin di wilayah tersebut dan upaya mitigasi masih sangat minim.

Misalnya pada Desember 2018 pemerintah daerah dituduh berusaha menyembunyikan benda hitam beracun itu dengan cara mengecatnya menjadi warna putih.

Baca juga: Ahli Kecam Video Viral Anak Beruang Daki Lereng Salju, Apa Sebabnya?

Siberia tergolong negara yang pernah mengalami beberapa fenomena lingkungan aneh.

Pada Juli 2018, kota penuh pabrik di Siberia dibasahi "hujan darah" ketika limbah industri terperangkap dalam badai.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X