Cegah dan Lawan Kanker dengan Gaya Hidup Sehat

Kompas.com - 04/02/2019, 18:04 WIB
Ilustrasi gaya hidup sehat menghindari junk foodGearstd Ilustrasi gaya hidup sehat menghindari junk food


KOMPAS.com - Setiap 4 Februari kita memperingati Hari Kanker Sedunia. Hal ini untuk meningkatkan kesadaran kanker dan mendorong pencegahan, deteksi, dan pengobatannya.

Kita dan tim medis di seluruh dunia memiliki kewajiban untuk memerangi dan mencegah kanker. Salah satu cara sederhana dan bisa dilakukan semua pihak adalah menjalani gaya hidup sehat.

Para ahli sepakat, salah satu faktor kunci yang bertanggung jawab atas peningkatan kanker adalah perubahan pola makan dan gaya hidup.

Baca juga: 9 Mitos Populer Kanker, dari Deodoran hingga Makan Es Krim saat Haid

Pola makan tidak teratur dan kurang bergerak berkontribusi memunculkan banyak penyakit, termasuk kanker, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.

Melansir New Indian Express, Senin (4/2/2019), ada banyak faktor risiko pemicu kanker. Mulai dari merokok, minum alkohol, kurang bergerak, pola makan tidak sehat, dan obesitas.

Untuk kanker payudara, faktor risikonya dikaitkan dengan usia menopause, obesitas, merokok, dan mengonsumsi alkohol.

Peningkatan risiko kanker paru paling banyak dipicu oleh rokok. Setidaknya lebih dari 90 persen pengidap kanker paru diketahui penyebabnya rokok.

Sedangkan kanker kolorektal atau usus besar dipengaruhi oleh terlalu banyak mengonsumsi daging merah dan obesitas.

Konsumsi alkohol berlebihan menyebabkan peningkatan risiko kanker di sistem pencernaan termasuk mulut, tenggorokan, pita suara, saluran makanan, usus besar, dubur, hati, payudara, dan pankreas.

"Idealnya, tembakau dan alkohol harus dihindari untuk kehidupan yang sehat dan mengurangi risiko kanker," tulis Dr Arun Warrier.

Selain itu, Warrier juga menyarankan orang dewasa mendorong anak-anak aktif bergerak sejak dini untuk menjaga kesehatan mereka.

"Untuk orang dewasa, program kesadaran kanker harus dilaksanakan bersamaan dengan deteksi dini dan skrining kanker. Hanya sekitar 12-13 persen pasien kanker yang datang untuk perawatan pada tahap awal penyakit," imbuhnya.

Program penyaringan berkala untuk penyakit gaya hidup dan kanker adalah penting, terutama setelah usia 40 tahun.

Baca juga: Pet Therapy, Cara Ampuh Obati Kanker Tanpa Radiasi atau Kemoterapi

Menurut Warrier, semua orang bertanggung jawab untuk mengedukasi orang lain tentang gaya hidup sehat dan pencegahan kanker. Semuanya untuk kepentingan kita bersama.

Di Hari Kanker Sedunia ini, marilah kita berjanji untuk peduli tentang kanker dan bersama mencegahnya sejak dini.



Close Ads X