Cara Ini Diklaim Berantas Nyamuk DBD Tanpa Fogging dan Obat, Benarkah?

Kompas.com - 29/01/2019, 19:09 WIB
Ilustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue) TOTO SIHONOIlustrasi nyamuk Aedes aegypti dan DBD (Demam Berdarah Dengue)

KOMPAS.com – Wabah demam berdarah dengue ( DBD) kian meluas di DKI Jakarta. Seperti dilaporkan oleh Kompas.com, jumlah kejadian DBD naik hingga enam kali lipat hanya dalam sepekan terakhir.

Beriringan dengan kejadian ini, bebagi informasi untuk mencegah DBD pun semakin tersebar di masyarakat. Salah satunya adalah cara yang diklaim bisa memberantas nyamuk DBD tanpa fogging maupun obat nyamuk lainnya.

Dalam pesan yang beredar tersebut, masyarakat disarankan untuk meletakkan ember atau kaleng bekas berisi air di tempat-tempat gelap yang disukai nyamuk. Lima atau enam hari kemudian, air yang penuh jentik disaring, dan jentiknya dibuang ke tempat yang kering atau diberikan sebagai makanan ke ikan.

Menurut pesan tersebut, jumlah jentik nyamuk di ember akan terus berkurang setelah minggu ketiga atau keempat karena populasi nyamuk di rumah pun berkurang. Namun, benarkah demikian?

Baca juga: Punya Gejala Mirip, Ini Perbedaan DBD dan 5 Penyakit Lain

Dr Syahribulan, M.Si., peneliti nyamuk dari Departemen Biologi Universitas Hasanuddin, menyangsikan cara tersebut dapat mengeradikasi nyamuk, khususnya Aedes Aegypti yang membawa virus Dengue. Malah, jumlah nyamuk bisa bertambah karenanya.

Dia mengatakan, untuk mengeradikasi jentik nyamuk, seharusnya kita tidak membuat tempat-tempat penampungan air. Karena kalau ada (tempat penampungan air), nyamuk pasti datang.

“Seharusnya yang kita lakukan adalah menghilangkan tempat-tempat air yang bisa menjadi tempat (nyamuk) berkembang biak,” ujarnya via telepon kepada Kompas.com, Selasa (29/1/2019).

Menurut dia, cara yang dipaparkan dalam pesan tersebut bukan untuk mengeradikasi nyamuk, tetapi untuk mendeteksi keberadaan nyamuk Aedes aegypti.

Sebab pada dasarnya, nyamuk akan mencari wadah air, bahkan sekecil penampung pada dispenser air, untuk berkembang biak. Jentik yang terkumpul kemudian bisa dibawa ke laboratorium untuk diuji apakah benar Aedes aegypti.

Baca juga: Studi Awal: Anak-anak yang Pernah Terinfeksi DBD Terlindung dari Zika

Lalu, patut diingat bahwa sekalinya nyamuk Aedes aegypti masuk ke dalam rumah, ia tidak akan mau pindah bila ada tempat untuk berkembang biak. Sebaliknya bila wadah air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakannya dihilangkan, nyamuk akan pergi dengan sendirinya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Waspada Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Jabodetabek, Ini Daftar Wilayahnya

Oh Begitu
Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Mengapa Hujan Seharian Bisa Menyebabkan Bencana Banjir?

Fenomena
Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Tidur Tengkurap Membuat Pasien Covid-19 Terhindar dari Ventilator, Kok Bisa?

Oh Begitu
Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Gempa Hari Ini: M 5, 1 Guncang Pandeglang Terasa hingga Malingping

Fenomena
Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Terlalu Banyak Makan Makanan Manis Bisa Melemahkan Sistem Kekebalan, Kok Bisa?

Oh Begitu
Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Ahli Sebut 140.000 Virus Baru Ditemukan di Usus Manusia

Oh Begitu
Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Kamasutra Satwa: Hewan Bonobo Lakukan Hubungan Sesama Jenis

Oh Begitu
3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

3 Misteri Alam Semesta Berpotensi dapat Nobel Prize, Jika Terpecahkan

Fenomena
Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Di Bawah Sinar UV, Bulu Hewan Ini Menyala Seperti Lampu Disko

Oh Begitu
Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Viral Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Peneliti Sebut karena Kelainan Genetis

Oh Begitu
Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Siapa yang Boleh Donor Terapi Plasma Konvalesen? Ini Syarat Lengkapnya

Kita
Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Efektif Kurangi Risiko Covid-19

Fenomena
Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Jangan Minum Obat Pereda Nyeri Sebelum Divaksin Covid-19, Begini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Tingkat Imun Bisa Prediksikan Risiko Infeksi Covid-19 Gejala Berat

Oh Begitu
Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Penemuan Kebetulan Microwave, Alat Masak Canggih di Akhir Perang Dunia

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X