Kompas.com - 21/01/2019, 20:06 WIB

KOMPAS.com —Titi Wati atau Titin (37) akhirnya menjalani operasi bariatrik untuk menangani berat badannya yang tidak terkontrol. Wanita tersebut berbobot 220 kilogram setelah mengalami kenaikan berat badan setiap bulan sejak usia 31 tahun.

Ketika diwawancarai Kompas.com, Titi mengaku pola makannya “biasa saja” walaupun dia sangat suka makan gorengan dan minum air es.

Pengakuan Titi ini membuat banyak warganet waswas. Pasalnya, banyak orang juga suka makan gorengan dan minum air es seperti Titi.

Mungkinkah seseorang menjadi obesitas hanya karena makan gorengan dan air es? Untuk mencari jawabannya, Kompas.com menghubungi Prof Hardinsyah, MS, Guru Besar Tetap Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Rektor Universitas Sahid.

Prof Hardinsyah mengungkapkan bahwa gorengan adalah pangan yang kaya akan kalori. Kalori gorengan ini mayoritas berasal dari minyak walaupun juga mengandung karbohidrat.

Baca juga: Pasca-operasi, Titin Wanita Penderita Obesitas 200 Kg Lebih Terbaring di ICU

“Dalam bakwan (sayur) saja, 100 gram bakwan yang kurang lebih dua keping kalau besar atau tiga keping kalau kecil itu sudah mengandung 280 kalori. Jadi, kalau makan empat bakwan ukuran besar itu sudah 500 kalori, seperempat kebutuhan hariannya,” ujarnya ketika dihubungi via telepon pada Senin (21/10/2019).

Dengan jumlah kalori tersebut, memakan tambahan dua gorengan saja ketika kebutuhan kalori sudah tercukupi dari makanan utama akan meningkatkan berat badan sebanyak satu kilogram dalam satu tahun bila dilakukan setiap hari.

Mengenai air es yang diminum Titin, Prof Hardinsyah mempertanyakan apakah itu murni air tawar yang dingin atau minuman dingin yang mengandung gula, seperti es teh manis dan soft drink.

Pasalnya, meminum air es justru membuat seseorang membakar energi lebih untuk dapat menyerapnya. Bila satu kalori bisa menaikkan suhu 1 derajat celcius, tubuh harus membakar 35 kalori untuk menaikkan suhu air dari 0 derajat menjadi 35 derajat celcius.

“Semua itu kan dihangatkan dulu menjadi suhu tubuh. Bukan gelondongan bisa digunakan. Perut kita kan panas. Jadi bohong itu kalau ada orang bilang minyak bisa membeku (kalau bertemu air es) di perut. Tubuh kita kan bukan kulkas,” katanya.

Baca juga: Ingin Sehat? Menghindari Gorengan Saja Tak Cukup

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.