Pakar: Cokelat Lebih Ampuh Atasi Batuk Dibanding Obat

Kompas.com - 14/01/2019, 17:00 WIB
Ilustrasi batuk Ilustrasi batuk

KOMPAS.com - Apa yang Anda lakukan ketika menyadari sedang terserang batuk? Kebanyakan orang akan segera minum obat batuk.

Namun, kepala studi pernapasan di sebuah universitas di Inggris justru menyarankan Anda untuk memakan cokelat batangan dibanding meminum obat batuk.

Menurut pakar dari University of Hull, Inggris, Profesor Alyn Morice cokelat akan bekerja lebih baik atau sama baiknya dalam menyembuhkan batuk dibanding obat-obatan.

" Cokelat bisa meredakan batuk," ungkap Morice dikutip dari New York Post, Kamis (10/01/2019).

Baca juga: Studi: Konsumsi Cokelat, Kopi, dan Teh Bisa Perpanjang Umur, asal...

Pendapat ini didasarkan pada semuan penelitian yang melibatkan 163 pasien batuk. Para pasien melaporkan peningkatan signifikan terhadap gejala mereka hanya dalam dua hari setelah meminum obat berbasis cokelat.

Bukan Kali Pertama

Ini bukan pertama kalinya cokelat disebut debagai pereda batuk yang potensial.

Sebelumnya, para ilmuwan dari Imperial College London menemukan bahwa dalam kakao terdapat senyawa yang lebih baik meredakan batuk dibanding kodein, senyawa dalam sirup obat batuk.

Senyawa dalam kakao yang lebih baik dari kodein adalah theobromine, sebuah alkaloid.

"Aku tahu itu mungkin terdengar seperti sesuatu yang keluar dari Mary Paoppins (seperti sihir), tetapi sebagai dokter independen yang telah menghabiskan waktu bertahun-tahun meneliti mekanisme batuk, saya dapat meyakinkan Anda bahwa bukti ini sangat kuat," kata Morice dikutip dari Irish Post, Jumat (11/01/2019).

Alasannya...

Menurut Morice, cokelat bisa meredakan batuk karena sifat lengketnya.

Konsistensi lengket dan manis dari cokelat bekerja dengan membentuk lapisan pada ujung saraf tenggorokan. Hal ini pada akhirnya membantu menekan keinginan untuk batuk.

"Efek mematikan ini menjelaskan mengapa kombinasi lemon dan madu atau sirup manis lainnya dapat membantu (meredakan batuk), tetapi saya pikir ada sesuatu yang lebih banyak terjadi dengan cokelat," ujar Morice.

"Saya yakin itu memiliki aktivitas farmakologis, semacam efek penghambatan pada ujung saraf itu sendiri," tegasnya.

Meski baik untuk meredakan batuk, Morice menyarankan lebih baik mengisap sepotong cokelat daripada minum cokelat panas.

Baca juga: Sudah Vaksin Influenza, Kok Masih Batuk dan Pilek?




Close Ads X