Kompas.com - 10/01/2019, 07:07 WIB
Ilustrasi asteroid ratpack223Ilustrasi asteroid

Johnson menjalankan model yang merinci apa yang terjadi dalam 10 menit setelah dampak tabrakan asteroid.

"Pada titik tersebut, air bergerak kembali ke kawah yang sudah terbentuk. Lalu kembali keluar dan membentuk gelombang runtuh," papar Range.

Baca juga: Kepunahan Massal ke-6 Sudah Dimulai, Siapkah Anda?

Sementara itu, pada model kedua, tim mempelajari bagaimana tsunami menyebar melalui lautan di seluruh dunia. Mereka menggunakan data dari model pertama, serta medan kuno samudra untuk menentukan bagaimana tsunami akan terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan efek tsunami terasa di seluruh dunia.

"Kami menemukan bahwa tsunami bergerak di seluruh lautan. Di Teluk Meksiko, air bergerak secepat 143 kilometer per jam dan dalam 24 jam pertama, dampak tsunami menyebar dari Teluk Meksiko ke Atlantik," tambah Range.

Bukti lain yang mendukung adanya tsunami juga didapat dari catatan sedimen yang ditemukan di beberapa tempat. Air yang bergerak cepat kemungkinan menyebabkan erosi dan gangguan sedimen di Pasifik Selatan, Atlantik Utara, dan cekungan laut Mediterania.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.