Kompas.com - 07/01/2019, 13:33 WIB
Erupsi gunung berapi yang berhasil diabadikan Juno di salah satu bulan Jupiter, Io. Erupsi gunung berapi yang berhasil diabadikan Juno di salah satu bulan Jupiter, Io.


KOMPAS.com - Juno, wahana antariksa yang mengorbit di planet Jupiter sejak 5 Juli 2016 banyak memberi gambaran tentang planet terbesar di tata surya itu. Mulai dari keadaan atmosfer Jupiter, lingkungan magnetik dan gravitasi, hingga rupa Jupiter yang memukau.

Di akhir tahun kemarin, sepertinya Juno memberi kado natal dan tahun baru yang spesial untuk kita. Pasalnya, Juno baru saja mengirimkan pemandangan erupsi gunung berapi yang ada di salah satu bulan Jupiter, Io.

Io merupakan bulan Jupiter dengan gunung berapi terbanyak, sedikitnya ada 200 gunung berapi yang masih aktif. Untuk diketahui, gunung berapi di Io memuntahkan lava 100 kali lipat lebih banyak dibanding semua gunung berapi di Bumi.

Baca juga: Begini Penampakan Siang dan Malam Jupiter dari Mata Juno

Saat salah satu gunung Io yang terletak di daerah kutub sedang erupsi pada 21 Desember 2018, beruntung Juno sedang melewati kawasan tersebut. Empat kamera yang dimiliki Juno pun berhasil menangkap momen tersebut.

Empat kamera Juno yang menangkap fenomena tersebut adalah JunoCam, Stellar Reference Unit (SRU), Jovian Infrared Auroral Mapper (JIRAM), dan Ultraviolet Imaging Spectrograph (UVS).

Keempat alat itu mengamati daerah kutub Io selama lebih dari satu jam, dan kemudian erupsi lava yang tak terduga terjadi.

"Kami sedang melakukan terobosan baru untuk mengamati wilayah kutub Io, tapi tidak ada yang pernah bermimpi akan menangkap muntahan lava dari permukaan bulan. Ini adalah hadiah tahun baru yang sangat indah," ujar Scott Bolton, penyelidik utama misi Juno seperti dilansir Science Alert, Sabtu (5/1/2019).

Juno memperoleh gambar pertama pada 21 Desember pada pukul 12.00, 12.15, dan 12.20 utc (19.00, 19.15, dan 19.20 WIB).

Gambar pertama yang ditangkap JunoCam pada pukul 12.20 UTC pada 21 Desember 2018, menunjukkan bulan Io memasuki bayangan Jupiter dan hampir gerhana. Gambar pertama yang ditangkap JunoCam pada pukul 12.20 UTC pada 21 Desember 2018, menunjukkan bulan Io memasuki bayangan Jupiter dan hampir gerhana.
Pada saat itu, Io sedang memasuki bayangan Jupiter dan hampir terjadi gerhana. Gambar yang tertangkap menunjukkan bulan setengah.

Pada 12.40 UTC (19.40 WIB) bulan Io sepenuhnya memasuki bayangan Jupiter dan menjadi gelap. Namun, sinar matahari yang memantul dari bulan Europia membantu menerangi Io dan terlihat adanya sinar merah yang kemungkinan besar merupakan letusan gunung berapi di terminator (batas siang dan malam).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Ketahui, Begini Komposisi Pangan Seimbang untuk Mencegah Stunting

Oh Begitu
Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Pengujian Perangkat Lunak Sukses, Misi Artemis 1 NASA Semakin Dekat dengan Bulan

Fenomena
Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Peneliti PRBM Eijkman Sebut Riset Vaksin Merah Putih Masih Berjalan untuk Segera Diproduksi

Oh Begitu
Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Gejala Omicron pada Anak yang Perlu Anda Waspadai

Kita
Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Hujan Es Melanda Bogor dan Tasikmalaya, Begini Proses hingga Dampaknya

Oh Begitu
Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Belajar dari Kakek Tewas akibat Diteriaki Maling, Dibutuhkan 2 Hal Ini untuk Mencegah Perilaku Main Hakim Sendiri

Kita
Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Hujan Es di Bogor dan Tasikmalaya, BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Besok

Fenomena
Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Booster 89 Persen Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Resistensi Antimikroba Penyebab Utama Kematian Global Tahun 2019, Studi Jelaskan

Kita
BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

BMKG: Peringatan Dini Gelombang Sangat Tinggi Bisa Capai 6 Meter

Fenomena
Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Kabar Baik, Studi CDC Ungkap Vaksin Covid-19 Ampuh Cegah Rawat Inap akibat Omicron

Oh Begitu
Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Misteri Temuan Mumi Hamil, Bagaimana Janinnya Bisa Ikut Terawetkan?

Oh Begitu
Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Ilmuwan Berencana Hidupkan Mammoth Enam Tahun Lagi, Mungkinkah Terjadi?

Oh Begitu
Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Teleskop Luar Angkasa James Webb Berhasil Mengorbit Dekat Matahari

Fenomena
Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Dahsyatnya Letusan Gunung Bawah Laut Tonga Sebabkan Atmosfer Bumi Bergetar

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.