Penemuan yang Mengubah Dunia: Surat Suara, dari Tembikar hingga Kertas Dicoblos

Kompas.com - 03/01/2019, 23:16 WIB
Ilustrasi: Pemilu 2009 KOMPAS/MAHDI MUHAMMAD Ilustrasi: Pemilu 2009

KOMPAS.com - Beberapa waktu belakangan, berbagai media dipenuhi dengan berita mengenai surat suara. Salah satu yang belakang mencuat adalah hoaks surat suara tercoblos.

Di tahun politik seperti saat ini, berita mengenai berbagai atribut pemilihan suara memang menjadi menu utama pemberitaan. Tak terkecuali masalah kertas suara.

Hal ini tak hanya terjadi di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia. Itu karena pemilu di seluruh dunia masih banyak mengandalkan kertas suara meski beberapa negara sedang mencoba menggantinya dengan pemungutan suata elektronik.

Di luar perkembangannya ke depan, ternyata surat suara punya sejarah yang panjang. Hal ini dimulai sejak zaman Yunani kuno.

Baca juga: Dalam Politik, Kenapa Banyak Orang Sulit Mengubah Pendapat?

Pada masa tersebut, masyarakat menggunakan potongan tembikar sebagai surat suara. Merka menuliskan nama kandidat pilihannya pada potongan tembikar itu.

Surat suara yang benar-benar terbuat dari kertas pertama kali digunakan pada tahun 139 Sebelum Masehi (SM) di Roma. Surat suara ini mulai dikenal setelah pemberlakuan lex Gabinia tabellaria, salah satu undang-undang mengenai pemungutan suara rahasia pada masa itu.

Sebelum surat suara ini dikenal, pemilih memberikan suaranya kepada penyampai. Dengan kata lain, saat itu pemungutan suara bersifat publik.

Meski telah digunakan sejak sebelum masehi, tapi sejarah surat suara terputus.

Baru pada tahun 920 masehi, masyarakat India kuno di Tamil Nadu menggunakan dauh palem sebagai surat suara dalam pemilihan majelis desa.

Caranya, nama kandidat ditulis pada daun palem kemudian dimasukkan dalam pot lumpur untuk dihitung. Cara ini disebut dengan sistem kudavolai.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X