Baru Debut di Luar Angkasa, Robot AI Sudah Komplain ke Astronot - Kompas.com

Baru Debut di Luar Angkasa, Robot AI Sudah Komplain ke Astronot

Kompas.com - 03/12/2018, 17:02 WIB
Robot dengan AI yang diberi nama CIMON berbicara kepada astronot Jerman Robot dengan AI yang diberi nama CIMON berbicara kepada astronot Jerman

KOMPAS.com - Kecerdasan buatan atau artificial inteligence ( AI) kini tidak hanya ada di Bumi, tapi telah ke luar angkasa. Tepatnya, AI telah sampai ke stasiun luar angkasa internasional ( ISS).

"Tolong berbaik hati padaku," ucap sebuah wajah robot yang mengambang bebas dalam sebuah video yang dirilis Badan Antariksa Eropa (ESA).

Ucapan tersebut ditujukan oleh Crew Interactive Mobile Companion (CIMON), robot tersebut, kepada astronot ESA Alexander Gerst.

Sebenarnya, ini bukan saat pertama CIMON sampai di ISS. Robot interaktif itu telah dikirim sejak awal tahun ini. Hanya saja, video tersebut adalah demonstrasi debut CIMON di ISS.

Melansir dari Gizmodo, Jumat (30/11/2018), CIMON merupakan pendamping penerbangan interaktif pertama yang ambil bagian dalam misi ISS.

Robot senilai 6 juta dollar atau setara dengan 85,3 miliar rupiah itu diisi dengan kecerdasan buatan IBM Watson dalam proyek di bawah Airbus. Menurut IBM, CIMON memiliki dua fungsi utama.

Baca juga: Di Masa Depan, Toilet Anda Akan Dilengkapi dengan AI karena...

Pertama, perangkat ini dirancang membantu astronot dalam mengerjakan tugas. CIMON akan memberikan langkah-langkah visual untuk menunjukkan cara kerja atau cara pasang sesuatu.

Kedua, CIMON dirancang sebagai teman bicara astronot ketika sendirian dalam ruang angkasa.

Sayangnya, ketika demonstrasi, perangkat itu dinilai menampilkan perilaku yang agak aneh.

Dalam menit-menit akhir, CIMON mulai bertingkah seperti anak kecil. Ia bertanya, "Apakah Anda tidak suka di sini bersama saya?"

"Tolong jangan terlalu kejam!" kata CIMON.

Tidak ada alasan jelas mengapa CIMON melontarkan pertanyaan tersebut. Itu berarti debut CIMON tidak mulus.

Meski begitu, Gerst tetap memuji kemampuan robot tersebut. Para peneliti di balik CIMON juga menganggap video tersebut sebagai sebuah keberhasilan walaupun tetap tidak menutup mata untuk perbaikan.



Close Ads X