Kompas.com - 26/11/2018, 19:00 WIB
Tak hanya menghisap darah, nyamuk meninggalkan air liur yang pengaruhi sistem imun tubuh live scienceTak hanya menghisap darah, nyamuk meninggalkan air liur yang pengaruhi sistem imun tubuh

KOMPAS.com - Sejumlah ahli Australia berhasil menemukan gen di dalam nyamuk yang mengarahkan mereka untuk menggigit seseorang lebih banyak dibandingkan dengan yang lain. Meski begitu ahli belum tahu mengapa nyamuk memiliki preferensi seperti itu.

Lembaga penelitian medis QIMR Berghofer telah bekerja dengan puluhan ilmuwan dari seluruh dunia untuk memetakan urutan genom nyamuk Aedes aegypti.

Sebagaimana diuraikan baru-baru ini di jurnal Nature, para ahli mengklaim telah memiliki gambaran lengkap tentang gen nyamuk, yang menularkan Demam Dengue dan virus Zika. Dua penyakit yang menyebabkan jutaan orang di seluruh dunia meninggal setiap tahunnya.

Baca juga: 8 Fakta Menarik tentang Nyamuk, Si Kecil Pengisap Darah

Dr Gordana Rasic dari laboratorium pengendalian nyamuk QMIR mengatakan, mereka telah menemukan beberapa gen baru, termasuk gen yang menentukan mengapa beberapa orang sangat rentan terhadap gigitan nyamuk.

"Kami masih belum memiliki jawaban mengapa nyamuk memiliki target hanya menggigit orang tertentu. Kami telah mengidentifikasi gen itu," kata Dr Rasic.

"Begitu kita tahu target nyamuk [orang yang lebih sering digigit nyamuk dibanding yang lain], yang mungkin menentukan apa yang membuat seseorang lebih tahan atau lebih menarik bagi nyamuk, kita dapat memanipulasi gen."

Dr Rasic mengatakan mereka juga menemukan gen yang membuat beberapa nyamuk tahan terhadap obat pengusir nyamuk.

Dia mengatakan para peneliti QIMR telah bekerja dengan beberapa lembaga lain, termasuk The Rockefeller University di New York, untuk memetakan gen nyamuk menyusul merebaknya virus Zika di belahan barat pada 2015.

Sebuah ringkasan dari Organisasi Kesehatan Dunia tahun itu menemukan ratusan ribu kasus virus Zika dilaporkan di 33 negara pada tahun itu, dengan 76 kematian karena cacat bawaan.

Dr Rasic mengatakan penelitian itu akan memungkinkan mereka untuk secara genetika memodifikasi nyamuk Aedes aegypti.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X