Selain di Otak, Prion Pembawa Penyakit Menular Juga Bersarang di Mata

Kompas.com - 22/11/2018, 21:02 WIB
Ilustrasi mataDigital Vision Ilustrasi mata


KOMPAS.com - Prion merupakan pembawa penyakit menular yang terdiri dari protein. Seperti bakteri atau virus, patogen misterius ini menyebar di dalam otak, dan entah bagaimana menumbangkan protein sehat.

Bentuk penularan yang masih sedikit kajiannya ini telah dikaitkan dengan berbagai penyakit neurodegeneratif yang jarang tetapi fatal.

Kini, sebuah bukti baru menyatakan prion tidak hanya menyerang otak. Mereka juga dapat berkembang dan menular di mata kita.

Seseorang yang mengidap penyakit terkait prion, secara kolektif disebut ensefalopati spongiform menular, biasanya karena keturunan. Namun infeksi juga bisa terjadi ketika kita mengonsumsi daging yang tercemar atau menggunakan peralatan bedah yang terkontaminasi.

Baca juga: Pria New Jersey Meninggal Akibat Infeksi Amuba Pemakan Otak

Sebagai contoh adalah seorang pasien yang terinfeksi prion setelah ia melakukan transplantasi operasi cangkok kornea. Tanpa disadari tim dokter, pendonor membawa Creutzfeldt-Jakob disease (CJD), penyakit prion yang paling umum.

Investigasi kasus semacam ini menunjukkan bahwa prion dapat mengintai mata manusia. Namun sayangnya sebagian besar masih belum diketahui hinga saat ini.

"Kami ingin tahu seberapa sering prion ditemukan di mata dan bagaimana penyebarannya," kata patalog Christina Sigurdson dari Universitas California, San Diego, dilansir Science Alert, Rabu (21/11/2018).

Saat Sigurdson dan rekannya memerika 11 mata pasien yang meninggal karena CJD bukan warisan, ditemukan prion pada skala yang belum pernah dilihat sebelumnya.

Mereka menemukan prion telah menyebar di seluruh retina, kornea, saraf optik, lensa, sklera, dan tempat lain.

Menggunakan teknik uji penyemaian prion bernama real-time quaking induced conversion (RT-QuIC), tim menemukan prion tersebar di seluruh mata yang dianalisis dalam penelitian, dengan tingkat tertinggi ada di retina.

Bagaimana prion bisa masuk ke mata belum sepenuhnya dipahami. Para ahli menduga mereka menyebar dari otak yang terinfeksi prion melalui transportasi di saraf optik.

Kemungkinan lain, ancaman infeksi berasal melalui kontak dengan mata itu sendiri. Mungkin dalam bentuk operasi mata, atau alat bedah yang belum steril sepenuhnya.

"Ahli bedah bisa tanpa sadar mencemari peralatan bedah mereka dengan prion," kata Sigurdson.

Dengan bukti ini, kita tahu prion bisa menyebar ke seluruh mata dan hal ini berpotensi membantu ahli mendeteksi patogen lebih cepat pada pasien. Namun hal ini juga menunjukkan vektor infeksi yang tidak diketahui sebelumnya.

Baca juga: Bisakah Kita Terkena Infeksi bila Mencoba Sepatu Tanpa Kaus Kaki?

"Secara kolektif, hasil ini mengungkapkan bahwa pasien CJD mengumpulkan bibit prion di seluruh mata, menunjukkan potensi utilitas diagnostik serta kemungkinan biohazard," tulis para penulis dalam makalah mereka yang terbit di mBio.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan dari temuan ini adalah mengembangkan tes diagnostik yang dapat menganalisis air mata pasien, untuk melihat apakah ada patogen di dalamnya.

"Pada akhirnya kami ingin mengembangkan strategi pengobatan baru untuk menghentikan prion menyebar."



Close Ads X