Kompas.com - 22/11/2018, 18:10 WIB
Sejumlah mahasiswa Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan Wakatobi mengukur bangkai Paus yang terdampar di perairan Wakatobi. KOMPAS.com/ ISTIMEWASejumlah mahasiswa Akademi Komunitas Perikanan dan Kelautan Wakatobi mengukur bangkai Paus yang terdampar di perairan Wakatobi.

Terlepas dari benar atau tidaknya sampah plastik sebagai pembunuh paus ini, Anton menegaskan bahwa dirinya tidak menyalahkan pihak yang menjadi pelaku pembuangan sampah, seperti wisatawan atau warga sekitar.

Namun, dia sangat berharap bahwa ini dapat menjadi teguran bagi masing-masing individu, meskipun bukan sebagai pelaku pembuang sampah.

“Kita tidak bisa menyalahkan wisatawan atau pun warga sebagai pelaku yang membuang plastik. Ini saatnya kita berubah, kita harus sadar. Plastik musuh bersama. Karena tidak hanya di laut saja, di sungai pun juga banyak yang membuang sampah ke sana,” ujar Anton.

“Kita harus berubah karena ini berdampak pada kehidupan lainnya. Ini yang ketahuan baru di paus, bisa saja nanti ketahuan di lumba-lumba dan penyu,” pungkas Anton.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.