Kompas.com - 13/11/2018, 18:33 WIB
Komet baru C/2018 V1 yang ditemukan oleh 3 astronom amatir Komet baru C/2018 V1 yang ditemukan oleh 3 astronom amatir

"Artinya mudah dilihat dari belahan Bumi selatan," tutur Marufin.

"Deklinasi maksimal -19, artinya dari kawasan garis khatulistiwa pun bisa terlihat hingga ketinggian 71 derajat. Cukup tinggi," tambahnya.

Baca juga: Debu Komet Halley Terbakar dan Bakal Terlihat dari Indonesia, Saksikan

Meski terlihat dari Indonesia, Marufin menjelaskan bahwa komet ini merupakan jenis teleskopik. Dengan kata lain, komet ini tidak bisa teramati dengan mata telanjang.

Namun, bagi Anda yang ingin mengabadikan komet baru ini, Marufin memberikan sedikit tips.

"Potret menggunakan kamera DSLR dengan lensa 50 mm atau lebih besar," katanya.

Marufin juga sempat membuat simulasi waktu terbaik pengamatan komet ini. Sayangnya, hasil simulasi tersebut mengecewakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Komet ini hanya bisa dilihat di saat fajat antara 12 hingga 22 November mendatang," kata Marufin.

"Selepas itu nggak nampak sama sekali dari Indonesia," tegasnya.

Dia menjelaskan pengamatan terbaik untuk komet ini adalah pukul 04.00 WIB.

"(Posisinya) ada di sisi utara Venus," ujar Marufin.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.