Haruskah Kita Bicara Manis pada Anjing, Seolah Mereka Bayi?

Kompas.com - 12/11/2018, 11:02 WIB
Ilustrasi anjingWavebreakmedia Ltd Ilustrasi anjing

Bagi Jeannin, apa yang dibuktikannya tidak membuat dia terkejut.

"Saya memutuskan untuk membuat eksperimen ini karena saya memperhatikan anjing lebih memperhatikan manusia yang berbicara dengan suara bernada tinggi," imbuhnya.

Baca juga: Alasan Anjing Labrador Cokelat Lebih Cepat Mati Dibanding Temannya

Temuan ini secara langsung menyanggah penelitian lain yang mengatakan bahwa hanya anak anjing yang merespon ucapan berpola PDS, bukan anjing dewasa.

Dalam temuan Jeannin, ia menemukan anak anjing merespons semua suara manusia pada umumnya, dan anjing dewasa lebih memberi perhatian pada manusia yang berkomunikasi dengannya menggunakan PDS.

Perbedaan hasil temuan, menurut Jeannin dikarenakan percobaan sebelumnya hanya menggunakan sampel kecil dan mereka merekam responden yang berbicara dengan gambar anjing bukan hewan asli.

Para peneliti berpikir bahwa anjing memperhatikan PDS karena meningkatkan pemrosesan saraf, yang bagaimana otak membuat rangsangan. Ini cara kerja IDS yang sama pada bayi.

Para peneliti berspekulasi bahwa mungkin kita berevolusi untuk berbicara dengan anjing dengan cara ini karena nenek moyang kita memahami pentingnya menjaga hubungan erat dengan anjing.

Jadi silakan lanjutkan berbicara pada anjing dengan suara yang manis dan imut. Mereka tentu saja tidak akan keberatan.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X