Kompas.com - 03/11/2018, 21:32 WIB

Spesies air tawar - yang hidup di danau, sungai dan lahan basah - mengalami penurunan sebesar 83 persen sejak tahun 1970, laporan ini melanjutkan.

WWF mendesak adanya "kesepakatan baru dunia bagi alam dan manusia," sebagaimana kesepakatan Paris tahun 2015 untuk mengatasi perubahan iklim dengan cara mengurangi emisi gas rumah kaca.

"Para pengambil keputusan di setiap lini perlu membuat pilihan politik, keuangan dan konsumen yang tepat untuk mencapai visi dimana kemanusiaan dan alam dapat hidup dalam keharmonisan di planet satu-satunya kita ini," tulis laporan ini.

Data yang dikumpulkan dari sejumlah kajian yang sudah diperiksa para ahli lain tersebut, mencakup lebih dari 16.700 populasi dari 4.000 spesies di seluruh dunia.

Metodologi WWF sempat dikecam sebelumnya. Seorang ahli konservasi mengatakan kepada BBC pada tahun 2016 bahwa data pada laporan 2016 lebih berat ke Eropa bagian barat karena data-datanya lebih banyak tersedia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.