6 Fakta Tak Terduga dari Pesawat Terbang

Kompas.com - 31/10/2018, 20:27 WIB
Pesawat terbang komersial melintas di udara.Thinkstock Pesawat terbang komersial melintas di udara.

KOMPAS.com - Tragedi yang menimpa Lion Air JT 610 menyadarkan kita bahwa tidak banyak yang diketahui masyarakat awam tentang pesawat terbang.

Meski beberapa kajian menyebut bahwa pesawat terbang merupakan bentuk transportasi paling aman, tapi banyak yang belum diketahui mengenai kendaraan besar ini.

Berikut 6 fakta yang perlu Anda ketahui tentang pesawat terbang.

1. 11 Menit Paling Berbahaya

Penelitian menunjukkan bahwa jika kecelakaan paling mungkin terjadi dalam tiga menit pertama saat mengudara dan 8 menit saat landing.

Waktu ini disebut sebagai critical eleven. Menurut analisis mendalam oleh perusahaan Boeing, 11 menit ini bertanggung jawab untuk 80 persen dari semua kecelakaan fatal dalam penerbangan komersial di seluruh dunia dari 2007 hingga 2016.

Diwartakan Forbes, Oktober 2017, Tom Farrier pensiunan pilot Angkatan Udara AS mengungkap bahwa pendaratan pada umumnya sedikit lebih berbahaya dan membutuhkan penanganan yang sedikit lebih rumit dibanding lepas landas. 

Namun, baik lepas landas maupun pendaratan tetap ada tantangan masing-masing.

"Terkadang akhir penerbangan adalah saat yang lebih rumit, terutama ketika tiba-tiba ada angin atau landasan pacu licin," kata Farrier.

"Sementara tantangan terbesar saat lepas landas adalah mengatur kecepatan. Sering kali butuh waktu lama menyesuaikan kecepatan saat lepas landas agar pesawat bisa mendaki dengan baik," imbuhnya.

2. Udara Pesawat Sama Keringnya dengan Gurun Sahara

Anda mungkin memperhatikan ketika naik pesawat, kulit, hidung, mata, dan mulut menjadi kering. Dilansir dari News.com.au, Kamis (18/10/2018), itu karena kelembapan udara bertekanan di kabin hanya 20 persen atau setara dengan kelembapan rata-rata di Gurun Sahara.

Kelembapan udara ini adalah produk sampingan ketika benda berada di ketinggian yang tinggi. Dalam ketinggian tersebut, kadar air sangat rendah bahkan tidak ada.

Sebenarnya ada solusi sederhana, yaitu memasang pelembap kabin. Sayangnya, ini membutuhkan air dalam jumlah besar yang membuatnya berat untuk dibawa.

3. Sering Tersambar Petir

Dirangkum dari Live Science tahun 2010, fakta paling sederhana adalah pesawat sering tersambar petir. Biasanya petir menyambar bagian tepi tajam pesawat seperti ujung sayap, hidung, atau ekornya.

Namun jangan khawatir tentang hal ini. Pesawat menerapkan teori Faraday. Ia bertindak sebagai sangkar Faraday yang melindungi interior dari tegangan apapun.

Komponen listrik serta komponen peerbangan elektronik lain seperti tangki bahan bakar juga telah didesain dengan hati-hati.

Ini sebabnya sangat terjadi insiden fatal pada pesawat terkait sambaran petir.

Baca juga: 3 Hal Ini Bisa Selamatkan Nyawa Saat Terjadi Kecelakaan Pesawat

4. Lubang Jendela Penyelamat Hidup

Jika Anda duduk di dekat jendela pesawat, Anda mungkin menyadari adanya lubang kecil. Itu adalah lubang "darah" atau "pernapasan".

Dikutip dari laporan Science Alert tahun 2016, lubang mungil ini berguna untuk memastikan Anda tetap aman dan memungkinkan tekanan untuk diseimbangkan antara kabin dan celah panel jendela.

Artinya, lubang sekecil itu punya peran besar untuk mengatur tekanan udara di pesawat.

5. Aturan 90 Detik

Anda mungkin tergoda untuk tidak mendengarkan briefing keselamatan yang disampaikan oleh pihak maskapai. Tapi mungkin Anda harus mengubah kebiasaan ini.

Pasalnya, dirangkum dari laporan New York Times pada 2013, Badan Keselamatan Penerbangan AS (FAA) menyebut bahwa evakuasi pesawat harus dilakukan dalam waktu 90 detik.

Itu karena ketika kecelakaan pesawat terjadi, waktu yang diperlukan untuk api menyebar hanya dalam satu setengah menit tersebut.

Untuk itu, dalam waktu-waktu krusial ini Anda tak boleh panik dan harus mengetahui pintu darurat terdekat.

6. Rahasia Kait Kuning

Jika diamati, di bagian sayap pesawat, Anda mungkin akan melihat adanya dua kait berwarna kuning di atasnya. Siapa sangka fitur kecil ini adalah aspek keselamatan paling penting dari banyak pesawat komersial.

Diwartakan dari express.co.uk pada 2017, nantinya kait kuning ini akan membantu dalam hal pendaratan di air dan ketika penumpang keluar secara darurat dari pesawat.

Jika awak kabin harus membuka pintu keluar darurat di atas sayap, mereka akan menarik tali dari loker pengaman di atas pintu. Satu ujung tali akan berada di kusen pintu dan ujung lainnya diumpankan ke sayap melalui kait kuning tersebut.

Penumpang bisa menggunakan tali ini untuk pegangan di sayap pesawat saat menuju seluncuran darurat.

Baca juga: Seberapa Besar Peluang Kita Selamat dari Kecelakaan Pesawat?



Close Ads X