Waspadai Diabetes Saat Kehamilan, Bisa Mengancam Buah Hati

Kompas.com - 26/10/2018, 12:45 WIB
Ilustrasi ibu hamilNataliaDeriabina Ilustrasi ibu hamil

KOMPAS.com – Diabetes, yang biasa dikenal dengan penyakit gula atau kencing manis, bisa membahayakan siapa saja. Baik laki-laki maupun perempuan rentan terkena diabetes jika tidak menjaga pola makannya. Namun khususnya pada perempuan, diabetes pada saat kehamilan tidak boleh dianggap remeh.

Setidaknya satu dari tujuh perempuan pada masa kehamilan rentan terkena diabetes yang disebut diabetes gestasional. Biasanya, diabetes gestasional menyerang perempuan yang memang sudah memiliki riwayat diabetes. Penyakit ini bisa mengancam ibu dan bayi yang dikandungnya.

“Gula darah yang tinggi saat awal kehamilan dapat meningkatkan risiko keguguran dan cacat lahir," ungkap dr Wismandari, Sp. PD-KEMD, spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolic, dan diabtes, dari RS Pondok Indah.

Dia melanjutkan, pada usia kehamilan tengah hingga lanjut, bayi menjadi terlalu besar dan sulit melewati jalan lahir dan dapat mencederai ibu dan anak. Jika terlalu besar, akan memerlukan operasi sesar.

Baca juga: Ibu Hamil Ketahuan Mengidap Hepatitis B, Lalu Bagaimana Bayinya?

Masa kehamilan, diakui dokter yang akrab disapa Wisma ini, merupakan masa yang rentan pada perempuan. Pada kondisi kehamilan, terjadi perubahan pada fisik, mental, dan hormonal, terutama hormon progesteron, estrogen, dan laktogen plasenta.

Peningkatan hormon-hormon tersebut membuat tubuh lebih resisten terhadap insulin. Akibatnya, insulin yang seharusnya dapat mengatur gula di dalam tubuh mengalami penurunan sensitivitas hingga 45 sampai 70 persen, dan gula darah menjadi tinggi.

Diabetes gestasional bagaikan pisau yang bermata dua. Pada saat perempuan mengalami kondisi gula darah yang tinggi, maka dokter biasanya akan melakukan tindakan dengan pemberian insulin dari luar. Namun, ini pun dapat berbahaya terhadap bayi yang dikandungnya.

“Saat kelahiran pun akan ada kesulitan lagi. Karena insulin ibu terlalu tinggi, sehingga menyebabkan gula bayi menjadi rendah,” jelas Wisma saat menjadi narasumber pada kegiatan temu media pada Kamis (25/10/2018) di Jakarta.

Baca juga: Ingin Program Hamil Lancar? Perhatikan Makanan yang Dikonsumsi

Meski demikian, bukan berarti ibu yang mengalami diabetes pada masa kehamilan akan melahirkan bayi yang tidak sempurna.

“Asalkan dengan diet makanan yang seimbang. Pilihan pertama itu diet yang seimbang dulu. Kebutuhan kalori dan gula harus dihitung persis untuk kebutuhan si ibu. Dokter pasti akan mengarahkan kapan pemeriksaan gula darah dilakukan dan membantu melakukan perubahan obat dan menu makan untuk menjaga gula darah,” ujar Wisma.

Perlu diketahui, hitungan target gula darah normal saat kehamilan adalah kurang dari 140mg/dl pada satu jam setelah makan, dan kurang dari 120mg/dl pada dua jam sesudah makan. Kemudian, pada perempuan yang melakukan puasa kurang dari 95mg/dl.



Close Ads X