Alasan Anjing Labrador Cokelat Lebih Cepat Mati Dibanding Temannya

Kompas.com - 23/10/2018, 18:31 WIB
Tiga anjing labrador berbagai warna.lizcen Tiga anjing labrador berbagai warna.

KOMPAS.com - Studi yang baru saja terbit di jurnal Canine Genetics and Epidemiology, Minggu (21/10/2018) menyebut bahwa anjing labrador retriever berwarna cokelat lebih rentan terkena penyakit dan memiliki umur lebih pendek dibanding labrador hitam atau kuning.

Para ahli dari Universitas Sydney, Australia, bekerja sama dengan Royal Veterinary College, London, menemukan bahwa masalah kesehatan yang paling banyak dialami anjing labrador adalah obesitas, masalah sendi, infeksi kulit, dan infeksi telinga.

Menurut hasil penelitian, anjing labrador cokelat rata-rata umurnya sekitar 10,7 tahun. Sementara anjing labrador selain berwarna cokelat, rata-rata usianya mencapai 12,1 tahun.

Anjing labrador adalah salah satu ras anjing paling populer di Inggris. Meski demikian, tim ahli tidak dapat memastikan apakah hasilnya akan sama di negara lain.

Baca juga: Studi Membuktikan, Anjing Tidak Secerdas yang Anda Kira

Dalam laporan studi yang ditulis Profesor Paul McGreevy bersama timnya, studi ini mengamati lebih dari 33.000 ekor labrador di Inggris.

Tujuannya, mereka ingin mengetahui penyakit apa yang sering dialami oleh anjing labrador sehingga ke depannya para peternak dapat memprioritaskan setiap tindakan pembiakan dan juga memberi informasi pada pemilik tentang masalah yang harus diperhatikan.

McGreevy dan timnya kemudian mengambil 6,2 persen sampel acak atau sekitar 2.074 labrador untuk melihat riwayat penyakit dan kematian.

"Kami sangat terkejut saat menemukan bahwa anjing labrador berwarna cokelat memiliki masa hidup 10 persen lebih pendek dibanding labrador pirang atau hitam. Kami juga menemukan labrador cokelat lebih sering mengalami infeksi telinga dan penyakit kulit," ujar McGreevy kepada Phys.org, Senin (22/10/2018).

Sebagai perbandingan, labrador cokelat bisa mengalami infeksi telinga dua kali lebih banyak dan infeksi kulit empat kali lebih banyak dibanding labrador warna lain.

Para ahli meyakini, tingginya jumlah infeksi kulit dan telinga pada labrador cokelat disebabkan oleh genetika.

Warna cokelat bersifat resesif pada anjing, yang berarti gen untuk warna cokelat harus ada pada kedua orang tua agar anak anjing berwarna cokelat.

Saat menargetkan mendapat labrador berwarna cokelat, peternak mungkin hanya menggunakan labrador dewasa yang membawa gen cokelat dan semakin berkurangnya gen yang sama mungkin akan meningkatkan risiko masalah kesehatan dan penyakit.

Baca juga: Seorang Petualang Ditampar oleh Anjing Laut Pakai Gurita

"Kami juga menemukan ada 8,8 persen labrador yang obesitas, ini termasuk presentasi tertinggi di antara ras anjing dalam database kami (VetCompass). Labrador jantan yang dikebiri lebih mungkin mengalami obesitas, tapi pola seperti ini tidak ditemukan pada labrador betina," jelas McGreevy.

Saat ini ahli masih belum tahu apakah studi ini juga berlaku untuk anjing labrador di seluruh dunia. Untuk itu, ahli berencana melakukan penelitian serupa di Australia.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X