Kompas.com - 22/10/2018, 09:45 WIB
Ilustrasi hujan meteor Eta Aquarids EarthskyIlustrasi hujan meteor Eta Aquarids

KOMPAS.com – Malam ini, debu-debu komet Halley akan bersinggungan dengan Bumi dan terbakar di langit, melahirkan fenomena hujan meteor Orionid.

Mutoha Arkanuddin, pembina Jogja Astro Club, mengungkapkan bahwa fenomena terbakarnya debu komet itu bisa dilihat dari seluruh Indonesia.

“Orionid ini mempunya Zenithal hourly rate (ZHR) antara 15-20 meteor setiap jamnya pada saat puncak,” ujarnya saat dihubungi Kompas.com pada Sabtu (20/10/2018).

Untuk dapat menikmati meteor nanti malam, Mutoha menyarankan untuk menatap langit pada kisaran pukul 02.00 dini hari.

Saat itu, bulan sudah terbenam di arah barat sehingga tidak ada polusi cahaya yang meganggu pengamatan, sampai pada waktu menjelang matahari terbit atau waktu subuh.

Seperti namanya, untuk menimati fenomena hujan meteor Orionid, Anda perlu mengarahkan pandangan Anda ke rasi bintang Orion.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Planet Goblin Isyaratkan Adanya Planet Kesembilan yang Tersembunyi

Jika Anda kesulitan menemukannya, Anda bisa mengunduh aplikasi peta langit seperti Star Chart melalui smartphone untuk membantu Anda menikmati fenomena nanti malam.

Sayangnya, mungkin Anda perlu untuk mencari tempat gelap dan lapang untuk memantau hujan meteor ini.

Mutoha mengatakan, untuk wilayah perkotaan akan cukup kesulitan untuk dapat menikmati fenomena ini karena polusi udara dan cahaya terutama di wilayah Jakarta.

Apalagi saat ini Jakarta sudah mulai diguyur hujan. Artinya ada kemungkinan nanti malam langit Jakarta akan mendung dan kesulitan untuk melihat fenomena ini.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X