Penemuan yang Mengubah Dunia: Teh Celup ala Sariwangi

Kompas.com - 18/10/2018, 19:33 WIB
Perubahan teh celup dari masa ke masa Perubahan teh celup dari masa ke masa

KOMPAS.com - Kabar tak sedap datang dari salah satu produsen teh di Indonesia, yaitu Sariwangi. Perusahaan teh tersebut baru saja dinyatakan pailit.

Padahal, jika berbicara tentang Sariwangi, kita akan dengan cepat teringat pada teh celup. Ya, itu karena perusahaan ini adalah pelopor teh celup di Indonesia sejak 1973.

Jauh sebelum dipopulerkan di Indonesia, teh celup telah populer di dunia. Bahkan, konon penemuan teh celup ini mengubah kebiasaan minum teh masyarakat dunia.

Salah satu yang paling berubah dari penemuan ini adalah kepraktisan, kemudahan, dan kenyamanan.

Dengan teh celup, kita tak lagi membutuhkan saringan teh. Ditambah lagi, teko teh tetap bersih serta lebih memudahkan penyeduhan.

Namun, tahukah Anda penemuan teh celup modern berawal dari sebuah salah paham?

Meski sebenarnya belum diketahui dengan jelas siapa yang menemukan teknologi ini, tapi banyak orang menyebut tokoh yang terlibat adalah Thomas Sullivan, seorang importir teh Amerika.

Konon, pada 1908, Sullivan mengirimkan sampel teh kepada pelanggan dalam sebuah kantong sutra. Sayangnya, beberapa pelanggan salah paham dan langsung menyeduh teh tersebut tanpa membuka kantongnya.

Cara ini justru dengan mudah disukai banyak orang. Bahkan, para pelanggan Sullivan yang lain juga meminta cara ini.

Meski disukai, beberapa pelanggan mengeluhkan bahwa serat kain sutra terlalu kecil sehingga sulit untuk menyeduh teh. Sullivan pun berinovasi.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X