5 Hal Mengejutkan yang Tak Disangka Bisa Dilakukan Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 17/10/2018, 08:40 WIB
Ilustasi ktsimageIlustasi

KOMPAS.com - Stephen Hawking pernah menyebut jika penciptaan kecerdasan buatan (AI) menjadi sejarah terbesar umat manusia. Kecerdasan buatan ini setidaknya bisa meringankan pekerjaan manusia.

Tapi dibalik kemudahan yang diberikan oleh AI, ada berbagai perdebatan serta pertanyaan yang mencuat. Soal apakah kecerdasan buatan ini nantinya akan lebih pintar dari manusia, apakah mereka juga bisa menggantikan peran manusia, termasuk juga ketakutan jika akhirnya kecerdasan buatan menjadi tak terkontrol lagi.

Meski begitu, manusia hingga saat ini masih terus melakukan riset mengenai kecerdasan buatan untuk diterapkan di masa depan. Lalu hal apa saja yang bisa dilakukan oleh kecerdasan buatan ini, kompas.com merangkumnya untuk Anda.

Bantu Temukan Planet Layak Huni

Pada acara European Week of Astronomy and Space Science di Liverpool awal tahun ini, peneliti dari Plymouth University di Inggris mengungkapkan jika mereka sedang mengembangkan kecerdasan buatan.

Nantinya kecerdasan buatan berupa jaringan saraf tiruan (ANN) ini akan bisa memprediksi kemungkinan adanya planet yang memiliki kehidupan. ANN dapat memprediksi jumlah planet berpenghuni dalam jumlah yang banyak. Hal ini tentunya menghemat waktu serta mempercepat kerja para ilmuwan.

Bisa Bikin Cerita Horor

Shelley adalah kecerdasan buatan yang diciptakan untuk bisa menulis cerita horor. Shelley yang dihidupkan di MIT Media Lab ini mendapatkan kemampuan menulis cerita horor setelah mempelajari lebih dari 140.000 cerita horor yang dimuat di forum NoSleep di Reddit.

Baca juga: Siap-siap Merinding, Kecerdasan Buatan Sudah Bisa Menulis Cerita Horor

Shelley mempelajari jenis narasi yang muncul di cerita horor, kata kunci serta skenario. Selanjutnya ia pun bisa menulis sendiri dari sumber acak atau dari potongan teks pendek.

Bisa Prediksi Rasa Sakit

Di dunia kedokteran, kecerdasan buatan juga di ciptakan untuk menilai rasa sakit yang dirasakan pasien secara obyektif. Kecerdasan buatan bernama DeepFaceLIFT ini akan mempelajari perbedaan ekspresi wajah melalui gerakan di sekitar hidung dan mulut untuk memperkirakan rasa nyeri.

Pengembangan ini sudah dipublikasikan di Journal of Machine Learning Research, Agustus 2017 lalu.

Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.Shutterstock Ilustrasi kecerdasan buatan di era digital.

Bisa Ramal Masa Depan

Anak perusahaan Google, Deep Mind juga mengembangkan kecerdasan buatan yang bisa memprediksi masa depan. Kecerdasan ini akan menimbang beberapa keputusan dan membuat rencana untuk masa depan tanpa instruksi dari manusia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X