Roket Soyuz Gagal Meluncur, Kru ISS Terjebak di Luar Angkasa

Kompas.com - 12/10/2018, 20:06 WIB
Fotografer mengambil gambar ketika Soyuz MS-10 meluncur dari stasiun Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018). Roket itu membawa astronot Amerika Serikat Nick Hague dan kosmonot Rusia Aleksey Ovchinin untuk memulai misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). AFP/KIRILL KUDRYAVTSEVFotografer mengambil gambar ketika Soyuz MS-10 meluncur dari stasiun Baikonur, Kazakhstan, Kamis (11/10/2018). Roket itu membawa astronot Amerika Serikat Nick Hague dan kosmonot Rusia Aleksey Ovchinin untuk memulai misi enam bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

KOMPAS.com - Perjalanan roket Soyuz menuju ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) harus kandas setelah mengalami gagal luncur Kamis, (11/10/2018) lalu.

Kejadian ini membuat kapsul ruang angkasa Soyuz harus mendarat secara balistik beratus kilometer dari lokasi peluncuran. Beruntung, awak roket Soyuz selamat dari insiden tersebut.

Namun kegagalan peluncuran ini bisa jadi kabar buruk. Sebab, Soyuz merupakan satu-satunya peluncur awak yang layak selama tujuh tahun terakhir. Ini berarti akses manusia untuk menerbangkan orang ke dan dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) tidak bisa dilakukan.

"Soyuz menjadi pekerja keras yang bisa kita andalkan untuk mengirim kru ke ISS dengan aman," kata Wayne Hale, penyelidik kecelakaan roket serta mantan direktur pesawat ulang alik NASA.

Baca juga: Astronot NASA Ungkap Kengerian Toilet di Stasiun Luar Angkasa

Saat ini, masih ada 3 orang awak yang berada di ISS yaitu astronot Jerman Alexander Gerst, astronot NASA Serena Auñón-Chancellor, dan kosmonot Sergey Prokopyev.

Sebelum kecelakan Soyuz, mereka dijadwalkan kembali ke Bumi pada Bulan Desember.

"Mereka pada dasarnya terdampar di sana, sampai kita bisa mendapatkan kendaraan lain yang bisa menuju ke ISS," kata Chris Hadfield, seorang pensiunan astronot yang pernah menerbangkan Soyuz.

Sebenarnya, ISS memiliki pesawat "sekoci" yang bisa digunakan untuk kembali ke Bumi. Namun ada kekhawatiran soal mengosongkan ISS serta siapa yang akan bertanggung jawab menjaganya.

Pasalnya, ketiadaan orang di sana untuk memperbaiki hal-hal yang dibutuhkan bisa menjadi masalah serius.

"Jadi, harapan saya adalah kru bisa memperpanjang waktu tinggal di ISS selama mungkin," kata Hadfield.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X