Menuju Mars, Astronot akan Terpapar Radiasi Ratusan Kali Lebih Banyak

Kompas.com - 25/09/2018, 11:38 WIB
Astronot akan terpapar sejumlah radiasi ketika melakukan perjalanan ke Mars physAstronot akan terpapar sejumlah radiasi ketika melakukan perjalanan ke Mars

KOMPAS.com - Ada banyak hambatan sebelum manusia bisa mendarat dan tinggal di Mars. Salah satunya adalah paparan radiasi kosmik dalam jumlah besar saat menuju "rumah" baru.

Radiasi kosmik sendiri terdiri dari partikel-partikel sangat kecil yang bergerak sangat cepat, hampir mendekati kecepatan cahaya. Radiasi ini menyebar di seluruh luar angkasa, tetapi atmosfer Bumi menghalangi kita dari dampak terburuknya.

Semakin jauh seseorang pergi dari Bumi maka akan semakin banyak radiasi kosmik yang diserap oleh tubuh, dan tubuh manusia tidak bisa bertahan dengan itu.

Artinya, akan terjadi masalah besar jika manusia pergi ke atau dari Mars.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Air Bawah Tanah di Mars, Mungkinkah Ada Kehidupan?

Tapi seberapa banyak paparan radiasi yang akan diterima manusia saat ada di Mars?

Data baru dari salah satu wahana antariksa yang berada di sekitar Mars mencoba mengukur jumlah radiasi yang akan dialami oleh astronot ketika melakukan perjalanan ke planet merah.

"Dosis radiasi pada astronot yang berada di ruang antarplanet akan menjadi beberapa ratus kali lebih besar daripada dosis yang didapat oleh manusia selama periode yang sama di Bumi, dan beberapa kali lebih besar daripada dosis astronot dan kosmonot yang bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata Jordanka Semkova, fisikawan di Bulgarian Academy of Sciences.

"Hasil kami menunjukkan bahwa perjalanan itu sendiri akan memberikan paparan radiasi yang sangat signifikan bagi para astronot," tambahnya dilansir Space.com, Kamis (20/9/2018).

Hasil ini berdasarkan data European Space Agency's Trace Gas Orbiter, wahana antariksa yang telah mengitari Mars sejak 2016. Salah satu instrumen yang dibawanya adalah dosimeter yang telah melakukan pengukuran sepanjang perjalanan.

Baca juga: Benarkah NASA Menghancurkan Bukti Kehidupan di Mars 40 Tahun Silam?

Menurut tim, pengukuran tersebut menunjukkan bahwa perjalanan dari dan menuju Mars akan membuat astronot terpapar sekitar 60 persen dari limit paparan yang direkomendasikan saat ini.

Ukuran yang direkomendasikan bervariasi berdasarkan jenis kelamin dan usia. Namun berkisar 1 sievert untuk perempuan berusia 25 tahun hingga 4 sievert untuk pria 55 tahun. Sievert merupakan ukuran efek biologis terhadap radiasi.

Perjalanan luar angkasa nampaknya akan menjadi pekerjaan rumah yang belum akan terpecahkan dalam waktu dekat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber SPACE.COM
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Studi: Virus Mencuri Kode Genetis Manusia, Ciptakan Gen Campuran Baru

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X